Pasar Pagi Samarinda Belum Optimal, Kios Belum Beroperasi Jadi Sorotan DPRD
Potret Pasar Pagi Samarinda terbaru
AVNMEDIA.ID - Aktivitas perdagangan di Pasar Pagi Samarinda pascarelokasi belum berjalan optimal. Persoalan mulai dari zonasi pedagang, kios yang belum beroperasi, hingga kebutuhan fasilitas pendukung kini menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda.
Komisi II DPRD Samarinda membahas berbagai keluhan tersebut bersama Pemerintah Kota Samarinda dalam pertemuan pada Rabu (2/9/2026).
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan sedikitnya ada 14 persoalan yang dihimpun dari pedagang. Keluhan disampaikan melalui laporan tertulis maupun langsung dalam forum.
Beberapa di antaranya berkaitan dengan belum jelasnya pengelompokan pedagang grosir dan eceran, masih banyak kios yang belum digunakan, serta kebutuhan fasilitas tambahan untuk mendukung aktivitas perdagangan.
DPRD Dorong Pedagang dan Pemkot Rutin Bertemu
Iswandi menilai sebagian persoalan di Pasar Pagi sebenarnya dapat diselesaikan melalui komunikasi yang lebih intensif antara pedagang dan pemerintah.
Karena itu, ia mendorong Dinas Perdagangan Samarinda rutin berdialog dengan perwakilan pedagang.
“Alhamdulillah, tadi suasananya sudah lebih cair. Ada sekitar 14 persoalan yang disampaikan, baik secara tertulis maupun langsung. Saya mendorong Kadisdag dan perwakilan pedagang rutin bertemu, misalnya dua minggu sekali sambil ngopi bersama, supaya persoalan yang ada bisa diselesaikan satu per satu,” ujar Iswandi.
Menurutnya, pola komunikasi rutin diperlukan agar persoalan tidak menumpuk dan dapat segera dicari jalan keluarnya.
Zonasi Grosir dan Eceran Perlu Diperjelas
Salah satu persoalan yang dinilai perlu segera diselesaikan adalah klasifikasi pedagang grosir dan eceran.





