DANA Dorong Bisnis Beralih dari Hype AI ke Dampak Nyata, Produktivitas Naik 57%
DANA AI@Work Lab di IdeaFest 2026/ HO to Avnmedia.id
Sesi tersebut menghadirkan Norman Sasono, CTO DANA Indonesia; Sai Prasad Kolluri, CTO Google Cloud Indonesia; dan Abil Sudarman, Founder ASSAI.
Diskusi menyoroti perubahan peran software engineer di tengah semakin mudahnya proses menghasilkan kode menggunakan AI.
Kemampuan coding tetap penting, tetapi keunggulan seorang talenta teknologi ke depan akan semakin ditentukan oleh kemampuan memahami kebutuhan bisnis, memecahkan persoalan, merancang arsitektur, mengambil keputusan, serta bertanggung jawab terhadap hasil secara menyeluruh.
“AI dapat membantu menjawab how, tetapi engineer tetap bertanggung jawab atas why, what, dan what could go wrong. Ketika kode semakin mudah dihasilkan, kemampuan memahami konteks, menggunakan penilaian yang tepat, dan akuntabilitas justru menjadi semakin penting,” ujar Norman.
Melalui AI@Work Lab, DANA mendorong perusahaan untuk melihat AI secara lebih pragmatis.
Pertanyaannya bukan lagi sekadar seberapa cepat sebuah perusahaan mengadopsi AI, tetapi masalah bisnis apa yang dapat diselesaikan, seberapa besar hasilnya berubah, dan bagaimana teknologi tersebut digunakan secara bertanggung jawab.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa di tengah derasnya perkembangan AI, perusahaan perlu menggeser fokus dari sekadar mengejar hype menuju penciptaan nilai bisnis yang konkret dan terukur. (jas)
- Merdeka Finansial Bukan Sekadar Punya Banyak Uang, Ini 4 Langkah yang Didorong blu by BCA Digital
- Upbit Indonesia Gandeng Persija, Bidik Komunitas Sepak Bola untuk Perluas Edukasi Aset Digital
- Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Banyak Pengalaman Kerja
- Amar Bank dan JAFF Dorong Bankability Industri Perfilman Nasional





