Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Banyak Pengalaman Kerja
ILUSTRASI - Sebanyak 99 persen anak muda Indonesia berharap pendidikan memberikan lebih banyak pemahaman mengenai bagaimana dunia kerja sebenarnya berjalan/ Photo: Pexels
AVNMEDIA.ID - Anak muda Indonesia menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang tinggi untuk memasuki dunia kerja. Namun, ada satu hal yang masih mereka anggap kurang: pengalaman langsung di dunia kerja.
Temuan tersebut terungkap dalam studi Shaping Tomorrow’s Workforce – Asia Pacific Youth Insights yang dirilis Federal Express Corporation (FedEx) bersama Junior Achievement (JA).
Survei tersebut melibatkan lebih dari 4.200 anak muda berusia 15–22 tahun di 10 negara dan wilayah Asia Pasifik, termasuk 552 responden dari Indonesia.
Hasilnya cukup menarik. Sebanyak 99 persen anak muda Indonesia berharap pendidikan memberikan lebih banyak pemahaman mengenai bagaimana dunia kerja sebenarnya berjalan.
Angka tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata Asia Pasifik yang mencapai 97 persen.
Temuan ini menunjukkan bahwa persoalan kesiapan kerja generasi muda bukan semata-mata soal pendidikan formal. Mereka juga membutuhkan kesempatan untuk menguji kemampuan, mengambil keputusan, bekerja dalam tim, serta menghadapi persoalan nyata sebelum benar-benar masuk ke dunia profesional.
Kepercayaan Diri Anak Muda Indonesia Tinggi
Di sejumlah aspek keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja, tingkat kepercayaan diri anak muda Indonesia berada di atas rata-rata Asia Pasifik.
Sebanyak 78 persen responden Indonesia percaya diri mampu menghasilkan ide atau solusi baru. Angka tersebut dibandingkan dengan 61 persen di kawasan Asia Pasifik.
Kemudian, 72 persen merasa percaya diri mengambil inisiatif untuk melakukan sesuatu yang baru tanpa harus diminta atau diarahkan. Rata-rata kawasan berada di angka 60 persen.
Kemampuan beradaptasi juga menjadi kekuatan.
Sebanyak 73 persen anak muda Indonesia percaya diri dapat beradaptasi ketika terjadi perubahan rencana. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata Asia Pasifik sebesar 62 persen.
Sementara itu, 69 persen merasa percaya diri bekerja secara mandiri dan mengambil keputusan tanpa banyak arahan, dibandingkan 59 persen di kawasan.
Namun, ada sisi lain dari temuan tersebut.
Meski percaya diri dalam berinisiatif dan beradaptasi, hanya 43 persen responden Indonesia yang merasa nyaman bekerja tanpa rutinitas tetap.
Angka itu justru lebih rendah dibandingkan rata-rata Asia Pasifik yang mencapai 56 persen.
Artinya, tantangan bagi generasi muda tidak hanya membangun rasa percaya diri, tetapi juga membiasakan mereka menghadapi lingkungan kerja yang dinamis dan tidak selalu memiliki pola yang pasti.
95 Persen Nilai Pola Pikir Wirausaha Penting untuk Karier
Kebutuhan terhadap pengalaman praktis juga terlihat dari cara anak muda Indonesia memandang kewirausahaan.
Sebanyak 95 persen responden Indonesia sepakat bahwa pola pikir kewirausahaan dapat membantu seseorang meraih kesuksesan dalam pekerjaan apa pun.





