Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Banyak Pengalaman Kerja

ILUSTRASI - Sebanyak 99 persen anak muda Indonesia berharap pendidikan memberikan lebih banyak pemahaman mengenai bagaimana dunia kerja sebenarnya berjalan/ Photo: Pexels

Managing Director FedEx Indonesia, Garrick Thompson, mengatakan anak muda Indonesia memiliki energi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi yang kuat.

Namun, menurutnya, mereka juga membutuhkan ruang untuk menerapkan kemampuan tersebut dalam lingkungan bisnis nyata.

Anak muda Indonesia memiliki energi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi yang luar biasa. Mereka tidak hanya ingin mempelajari teori, tetapi juga ingin mendapatkan kesempatan untuk menerapkan kemampuan mereka dalam lingkungan bisnis yang nyata,” ujar Garrick.

Menurut dia, perkembangan AI dan perdagangan lintas negara membuat keterampilan praktis semakin penting bagi generasi muda.

FedEx bersama JA kemudian mendorong pengalaman belajar yang lebih dekat dengan dunia bisnis melalui berbagai program pendidikan kewirausahaan.

Kolaborasi FedEx dan JA sendiri telah berlangsung selama dua dekade melalui program FedEx/JA International Trade Challenge (ITC).

Sejak 2007, program tersebut telah menjangkau lebih dari 54.000 pelajar di Asia Pasifik, dengan fokus pada keterampilan bisnis, pemecahan masalah, kolaborasi lintas budaya, dan perdagangan global.

Tantangan Besar Dunia Kerja Ada di Depan

President dan CEO JA Asia Pacific, Vivek Kumar, mengatakan temuan studi menunjukkan bahwa anak muda membutuhkan lebih banyak kesempatan untuk mengenal dunia kerja secara langsung.

Hal tersebut menjadi semakin penting ketika tingkat pengangguran anak muda di Asia Pasifik masih jauh lebih tinggi dibandingkan tingkat pengangguran orang dewasa.

Menurut Kumar, bakat saja tidak cukup untuk memastikan generasi muda berhasil memasuki dunia kerja.

Mereka membutuhkan kesempatan membangun keterampilan praktis, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus memahami perubahan dunia kerja.

Karena itu, dukungan bagi generasi muda dinilai perlu diarahkan pada beberapa kemampuan utama, mulai dari penggunaan AI secara bertanggung jawab, pengambilan keputusan dalam situasi yang tidak terstruktur, hingga kemampuan menerapkan pengetahuan dari kelas ke persoalan nyata.

Bagi dunia bisnis, temuan tersebut menjadi sinyal bahwa kebutuhan tenaga kerja masa depan tidak hanya ditentukan oleh ijazah.

Perusahaan akan membutuhkan pekerja yang mampu berpikir kritis, memecahkan masalah, beradaptasi dengan perubahan teknologi, serta mengambil inisiatif.

Dan bagi anak muda Indonesia, tantangannya kini bukan sekadar menjadi percaya diri untuk masuk dunia kerja.

Mereka membutuhkan lebih banyak kesempatan untuk benar-benar merasakan bagaimana dunia kerja itu berjalan. (jas)

 

Related News
Recent News
image
Business Upbit Indonesia Gandeng Persija, Bidik Komunitas Sepak Bola untuk Perluas Edukasi Aset Digital
by Adrian Jasman2026-08-28 15:00:00

Upbit Indonesia gandeng Persija untuk memperluas edukasi aset digital dan literasi kripto.

image
Business IKEA Indonesia Kenalkan GREJSIMOJS, Koleksi yang Bikin Rumah Lebih Seru untuk Bermain
by Adrian Jasman2026-08-27 16:00:00

IKEA Indonesia menghadirkan GREJSIMOJS, koleksi playful yang mengajak keluarga bermain di rumah.