Butter Baby Luncurkan Film Animasi “The Story of Butterlandia”, Perkenalkan Semesta dan Misi Global IP
Brand dessert asal Indonesia, Butter Baby, resmi memasuki babak baru dalam pengembangan creative branding dengan merilis film animasi pendek perdana berjudul The Story of Butterlandia/ Dok Narsum
AVNMEDIA.ID - Brand dessert asal Indonesia, Butter Baby, resmi memasuki babak baru dalam pengembangan creative branding dengan merilis film animasi pendek perdana berjudul The Story of Butterlandia.
Peluncuran ini menjadi langkah strategis yang tidak hanya memperkenalkan karakter ikoniknya, tetapi juga membuka semesta cerita yang selama ini dibangun secara bertahap melalui pengalaman brand.
Film animasi ini mengungkap dunia asal Butter Baby yang disebut Butterlandia, sebuah semesta fiksi yang menjadi fondasi utama dari karakter, misi, dan narasi besar brand tersebut.
Dalam cerita yang dihadirkan, Butterlandia digambarkan sebagai planet yang tengah mengalami krisis, sehingga mendorong misi besar untuk mengumpulkan 500 triliun ton butter demi menyelamatkannya.
Langkah ini menandai transformasi Butter Baby dari sekadar brand kuliner menjadi global intellectual property (IP) yang dibangun melalui storytelling, pengalaman, dan komunitas.
Butterlandia Jadi Awal Semesta Cerita Butter Baby
Film The Story of Butterlandia menjadi pintu masuk pertama bagi publik untuk memahami latar belakang karakter Butter Baby secara lebih mendalam.
Selama ini, karakter tersebut hanya dikenal melalui pengalaman brand dan elemen visual yang tersebar di berbagai produk.
Kini, Butterlandia diperkenalkan sebagai dunia asal yang menjadi titik awal dari seluruh narasi yang dikembangkan Butter Baby.
Konsep ini tidak hanya menghadirkan cerita, tetapi juga membangun keterikatan emosional antara brand dan komunitasnya.
“Film animasi ini adalah cara kami mengatakan: inilah fondasinya. Inilah dari mana semuanya dimulai,” ujar Nick Burch dan Henry Burch, Founders Butter Baby.
Menurut keduanya, Butter Baby lahir dari ide sederhana untuk menciptakan sesuatu yang mampu menghadirkan koneksi emosional, yang kemudian berkembang bersama komunitas di Indonesia.





