Pedagang Pasar Pagi Adukan Gedung Baru hingga Omzet Anjlok ke DPRD Samarinda
RAPAT - Pedagang Pasar Pagi saat menyampaikan keluhan mereka kepada Disdag dan OPD terkait di Ruang Sidang Utama Lantai 2 DPRD Samarinda
Hakim menyebut banyak pedagang tidak dapat berjualan secara maksimal karena minimnya pembeli. Sebagian bahkan memilih menutup lapaknya karena barang dagangan tidak kunjung terjual.
“Banyak penjualan tidak maksimal. Dalam satu bulan hanya 1 dagangan yang laku, dan itu tidak satu dan dua lapak saja, tapi banyak,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat keberadaan gedung baru yang secara fisik lebih modern belum otomatis memberikan keuntungan bagi pedagang.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda Iswandi membenarkan adanya keluhan pedagang terkait minimnya transaksi.
“Ada yang dari awal buka belum terbeli dagangannya. Ada yang menyampaikan dalam 1 bulan bahkan 3 bulan membuka lapaknya, baru laku sekali. Kan miris,” kata Iswandi.
Menurutnya, persoalan semakin berat bagi pedagang yang berada di lantai atas.
“Apalagi yang bukanya di lantai atas seperti lantai 7, secara estetika memang bagus, tapi secara ekonomi kasihan,” lanjutnya.
Pedagang Ingin Pasar Pagi Kembali Ramai
Iswandi meminta Dinas Perdagangan Kota Samarinda segera mencari solusi atas persoalan teknis dan penataan Pasar Pagi.
Dalam dua hingga tiga pekan ke depan, Komisi II akan kembali mengevaluasi komitmen pemerintah dalam memperbaiki kondisi pasar, termasuk usulan penambahan eskalator berjalan di luar gedung.
“Intinya mencari cara bagaimana pasar pagi ramai, pedagang senyum, ekonomi bergerak dan pembeli ramai,” demikian Iswandi. (adv)





