Pedagang Pasar Pagi Adukan Gedung Baru hingga Omzet Anjlok ke DPRD Samarinda
RAPAT - Pedagang Pasar Pagi saat menyampaikan keluhan mereka kepada Disdag dan OPD terkait di Ruang Sidang Utama Lantai 2 DPRD Samarinda
Pedagang menilai tarif yang berlaku saat ini terlalu membebani. Kendaraan roda empat dikenakan Rp20 ribu per hari, sedangkan roda dua Rp10 ribu.
Menurut pedagang, persoalan tarif parkir ikut menjadi pertimbangan bagi masyarakat yang hendak berbelanja ke Pasar Pagi.
Penataan Kios Dinilai Membuat Pembeli Sulit Menjangkau Pedagang
Persoalan juga muncul pada penataan kios dan fasilitas di dalam gedung.
Pedagang menilai penataan kios masih kurang tepat. Kondisi tersebut semakin terasa di lantai dua hingga lantai tujuh karena fasilitas penunjang dinilai belum mampu menciptakan arus pengunjung yang merata.
Letak lift dan eskalator yang hanya terpusat di bagian tengah gedung disebut menciptakan sudut-sudut mati yang jarang dilewati calon pembeli.
Hakim bahkan membandingkan konsep penataan tersebut dengan bangunan hunian.
“Penataannya fasilitas ini seperti untuk rumah susun, bukan pasar,” sebut Hakim.
Omzet Anjlok, Ada Pedagang Hanya Sekali Laku dalam Sebulan
Dampak yang paling dirasakan pedagang adalah penurunan omzet.





