Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Pengendali Harga Pangan di Samarinda
DPRD Kota Samarinda melihat program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bukan sekadar wadah pengembangan ekonomi kerakyatan./ IG @kopdes.merahputih
Selama ini, petani kerap menghadapi persoalan harga jual yang tidak stabil karena hasil panen harus melewati banyak perantara sebelum sampai ke pasar. Akibatnya, keuntungan yang diterima petani sering kali tidak sebanding dengan biaya produksi yang mereka keluarkan.
Celni menilai koperasi dapat menjadi solusi dengan berfungsi sebagai penampung hasil pertanian sekaligus saluran distribusi yang lebih efisien.
Melalui mekanisme tersebut, petani memiliki kepastian pasar dan harga yang lebih baik, sementara masyarakat tetap dapat menikmati bahan pangan dengan harga yang wajar.
“Kita ingin petani tetap mendapatkan keuntungan yang layak, tetapi masyarakat juga bisa membeli kebutuhan pangan dengan harga yang masih terjangkau,” tegasnya.
Diharapkan Jadi Bantalan Ekonomi Warga
Menurut Celni, apabila dikelola secara optimal, Koperasi Merah Putih berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal yang mampu memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi gejolak harga pangan.
Selain membantu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, koperasi juga dapat menciptakan perputaran ekonomi di tingkat kelurahan, membuka peluang usaha baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, DPRD Samarinda berharap program ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi warga, terutama kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap kenaikan harga bahan pangan.
Di tengah tantangan ekonomi dan ketidakpastian harga komoditas, keberadaan koperasi dinilai dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di Kota Samarinda. (adv)





