Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Pengendali Harga Pangan di Samarinda
DPRD Kota Samarinda melihat program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bukan sekadar wadah pengembangan ekonomi kerakyatan./ IG @kopdes.merahputih
AVNMEDIA.ID - DPRD Kota Samarinda melihat program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bukan sekadar wadah pengembangan ekonomi kerakyatan.
Kehadiran koperasi juga dinilai dapat menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas harga pangan, memperkuat ekonomi lokal, sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Di tengah fluktuasi harga bahan pangan yang masih kerap terjadi, keberadaan koperasi dinilai memiliki peran strategis sebagai penghubung langsung antara produsen dan konsumen.
Dengan rantai distribusi yang lebih pendek, biaya peredaran barang dapat ditekan sehingga harga jual kepada masyarakat menjadi lebih kompetitif.
Wakil Ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari, mengatakan konsep Koperasi Merah Putih yang saat ini tengah dikembangkan pemerintah memiliki potensi besar untuk menjadi penyangga ketahanan pangan masyarakat, khususnya di tingkat kelurahan.
Menurutnya, salah satu persoalan yang selama ini sering terjadi adalah tingginya harga kebutuhan pokok akibat panjangnya jalur distribusi dari produsen hingga ke tangan konsumen. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.
“Koperasi diharapkan bisa menjadi tempat masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Celni.
Dikembangkan di Puluhan Kelurahan
Celni menjelaskan, pengembangan Koperasi Merah Putih saat ini terus didorong di berbagai wilayah Kota Samarinda.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi berbasis komunitas sekaligus mendekatkan akses layanan ekonomi kepada masyarakat.
Dari total 59 kelurahan yang ada di Samarinda, sejumlah lokasi telah dipersiapkan untuk mendukung operasional koperasi.
Pemerintah daerah bersama DPRD berharap pengembangan ini dapat menjangkau seluruh wilayah secara bertahap.
Menurutnya, keberadaan koperasi di tingkat kelurahan akan mempermudah masyarakat memperoleh kebutuhan sehari-hari tanpa harus bergantung pada jalur distribusi yang panjang dan berbiaya tinggi.
Selain itu, koperasi juga diharapkan mampu menjadi instrumen ekonomi yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat karena dikelola dan dimanfaatkan langsung oleh warga setempat.
Tidak Hanya Jual Sembako
Lebih jauh, Celni mengungkapkan bahwa konsep Koperasi Merah Putih yang sedang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada aktivitas perdagangan kebutuhan pokok.
Koperasi dirancang menjadi pusat layanan masyarakat yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan dasar dalam satu kawasan pelayanan.
Beberapa program yang direncanakan hadir melalui koperasi antara lain pasar murah, distribusi bahan pangan, hingga layanan kesehatan dasar yang dapat diakses masyarakat secara lebih mudah.
Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar keberadaan koperasi tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga mampu memberikan manfaat sosial yang lebih luas.
“Bukan hanya soal jual beli bahan pangan, tetapi juga bagaimana koperasi bisa hadir membantu kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.
Jadi Wadah Pemasaran Hasil Pertanian
DPRD Samarinda juga mendorong agar koperasi dapat berperan lebih besar dalam mendukung sektor pertanian lokal.
Selama ini, petani kerap menghadapi persoalan harga jual yang tidak stabil karena hasil panen harus melewati banyak perantara sebelum sampai ke pasar. Akibatnya, keuntungan yang diterima petani sering kali tidak sebanding dengan biaya produksi yang mereka keluarkan.
Celni menilai koperasi dapat menjadi solusi dengan berfungsi sebagai penampung hasil pertanian sekaligus saluran distribusi yang lebih efisien.
Melalui mekanisme tersebut, petani memiliki kepastian pasar dan harga yang lebih baik, sementara masyarakat tetap dapat menikmati bahan pangan dengan harga yang wajar.
“Kita ingin petani tetap mendapatkan keuntungan yang layak, tetapi masyarakat juga bisa membeli kebutuhan pangan dengan harga yang masih terjangkau,” tegasnya.
Diharapkan Jadi Bantalan Ekonomi Warga
Menurut Celni, apabila dikelola secara optimal, Koperasi Merah Putih berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal yang mampu memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi gejolak harga pangan.
Selain membantu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, koperasi juga dapat menciptakan perputaran ekonomi di tingkat kelurahan, membuka peluang usaha baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, DPRD Samarinda berharap program ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi warga, terutama kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap kenaikan harga bahan pangan.
Di tengah tantangan ekonomi dan ketidakpastian harga komoditas, keberadaan koperasi dinilai dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di Kota Samarinda. (adv)





