DPRD Samarinda

Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Pengendali Harga Pangan di Samarinda

DPRD Kota Samarinda melihat program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bukan sekadar wadah pengembangan ekonomi kerakyatan./ IG @kopdes.merahputih

Pemerintah daerah bersama DPRD berharap pengembangan ini dapat menjangkau seluruh wilayah secara bertahap.

Menurutnya, keberadaan koperasi di tingkat kelurahan akan mempermudah masyarakat memperoleh kebutuhan sehari-hari tanpa harus bergantung pada jalur distribusi yang panjang dan berbiaya tinggi.

Selain itu, koperasi juga diharapkan mampu menjadi instrumen ekonomi yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat karena dikelola dan dimanfaatkan langsung oleh warga setempat.

Tidak Hanya Jual Sembako

Lebih jauh, Celni mengungkapkan bahwa konsep Koperasi Merah Putih yang sedang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada aktivitas perdagangan kebutuhan pokok.

Koperasi dirancang menjadi pusat layanan masyarakat yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan dasar dalam satu kawasan pelayanan.

Beberapa program yang direncanakan hadir melalui koperasi antara lain pasar murah, distribusi bahan pangan, hingga layanan kesehatan dasar yang dapat diakses masyarakat secara lebih mudah.

Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar keberadaan koperasi tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga mampu memberikan manfaat sosial yang lebih luas.

“Bukan hanya soal jual beli bahan pangan, tetapi juga bagaimana koperasi bisa hadir membantu kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.

Jadi Wadah Pemasaran Hasil Pertanian

DPRD Samarinda juga mendorong agar koperasi dapat berperan lebih besar dalam mendukung sektor pertanian lokal.

Related News
Recent News
image
Advertorial DPRD Samarinda Soroti Penurunan Omzet Pasar Tradisional dan Dorong Kemudahan Regulasi
by Tim Advertorial dan Bisnis2026-06-02 15:14:00

Pedagang pasar Samarinda alami penurunan pendapatan, DPRD minta penyesuaian stok barang

image
Advertorial Kredit UMKM Tanpa Agunan Rp100 Juta Masuk Radar DPRD Samarinda
by Redaksi2026-05-30 11:27:00

DPRD Samarinda mengkaji kredit UMKM tanpa agunan Rp100 juta untuk memperluas akses modal usaha.