DPRD Samarinda

Jangan Sampai Jadi Beban APBD, DPRD Samarinda Evaluasi Raperda Jalan

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Kamaruddin/ DPRD Samarinda

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah meminta kembali pandangan dari tim penyusun naskah akademik yang menjadi dasar penyusunan regulasi tersebut.

“Kemungkinan kita akan minta masukan lagi dari penyusun naskah akademiknya. Dari situ diputuskan lanjut atau dihentikan,” katanya.

Kamaruddin mengungkapkan, sejumlah materi yang diatur dalam raperda tersebut berpotensi bersinggungan dengan aturan lain yang sudah berlaku.

Mulai dari aspek pemanfaatan jalan, retribusi daerah, hingga pengaturan teknis yang selama ini telah dijalankan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Kondisi itu menjadi perhatian DPRD karena dikhawatirkan dapat memunculkan tumpang tindih kebijakan yang justru menyulitkan pelaksanaan di lapangan.

Menurutnya, regulasi yang terlalu banyak tetapi mengatur hal serupa berisiko menimbulkan kebingungan, baik bagi pemerintah sebagai pelaksana maupun masyarakat sebagai pihak yang terdampak.

Oleh sebab itu, evaluasi terhadap Raperda Pemanfaatan Jalan dianggap penting untuk memastikan produk hukum daerah yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan dan tidak sekadar menambah jumlah regulasi.

“Perda itu harus memberi manfaat. Jangan sampai hanya menambah aturan tetapi penerapannya justru membingungkan,” tegasnya. (adv)

Related News
Recent News
image
Advertorial DPRD Samarinda Soroti Penurunan Omzet Pasar Tradisional dan Dorong Kemudahan Regulasi
by Tim Advertorial dan Bisnis2026-06-02 15:14:00

Pedagang pasar Samarinda alami penurunan pendapatan, DPRD minta penyesuaian stok barang

image
Advertorial Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Pengendali Harga Pangan di Samarinda
by Redaksi2026-05-31 08:17:00

DPRD Samarinda dorong Koperasi Merah Putih jadi penyangga pangan dan pengendali harga pokok.