Apakah Kamu Gaslighting ke Diri Sendiri? Kenali Pola DARVO yang Diam-Diam Rusak Kesehatan Mental
Gaslighting Diri Sendiri: Mekanisme Bertahan yang Berbahaya
ILUSTRASI - Gaslighting ke diri sendiri bisa merusak kesehatan mental. Kenali tandanya sebelum terlambat (Foto: Canva)
Gaslighting Diri Sendiri: Mekanisme Bertahan yang Berbahaya
Para psikolog menjelaskan bahwa menyalahkan diri sendiri sering kali bukan tanda kedewasaan atau introspeksi, melainkan mekanisme bertahan hidup.
Dengan menganggap diri sebagai penyebab masalah, pikiran mencoba menciptakan ilusi kendali atas situasi yang menyakitkan.
Namun, dalam jangka panjang, gaslighting terhadap diri sendiri justru merusak harga diri, memperkuat rasa malu, dan menghambat proses pemulihan.
Luka yang seharusnya diakui malah ditekan, sementara kemarahan yang sehat diarahkan ke dalam diri.
Mengapa Pola Ini Sulit Disadari?
Seperti gaslighting pada umumnya, narasi DARVO internal terasa sangat meyakinkan.
Pikiran membingkai cerita seolah-olah itu adalah kebenaran objektif tentang diri kita.
Contohnya, saat seseorang menetapkan batasan dalam hubungan lalu mendapat respons negatif, cerita batin bisa berubah menjadi: “Aku terlalu sensitif”, “Aku yang memancing masalah”, atau “Seharusnya aku diam saja.”
Dalam kondisi ini, perilaku orang lain dihapus dari narasi, sementara diri sendiri menjadi pihak yang sepenuhnya disalahkan.



