Sering Lupa? Ini Bedanya Kelupaan Wajar dan Tanda Penurunan Kognitif
Peran Kecemasan dan Depresi dalam Kekhawatiran Daya Ingat
ILUSTRASI - Lupa sesekali itu wajar, tapi kapan kelupaan jadi tanda penurunan kognitif? Simak penjelasannya (Foto: Canva)
AVNMEDIA.ID - Lupa nama, salah menaruh ponsel, atau kehilangan alur pembicaraan adalah pengalaman yang hampir pasti dialami semua orang.
Dalam banyak kasus, hal ini wajar dan berlalu begitu saja.
Namun bagi sebagian orang dewasa, terutama seiring bertambahnya usia, kelupaan kecil bisa memicu kekhawatiran besar: apakah ini tanda awal penurunan fungsi kognitif?
Pertanyaan ini semakin sering muncul di tengah meningkatnya kesadaran publik tentang kesehatan otak, penuaan, dan risiko demensia.
Sayangnya, kekhawatiran tentang daya ingat sering kali disalahartikan dan justru menimbulkan kecemasan yang tidak perlu.
Kekhawatiran Kognitif Tidak Sama dengan Penyakit Kognitif
Dalam dunia medis, ada perbedaan penting antara merasa khawatir tentang daya ingat dan mengalami gangguan kognitif.
Banyak orang mencampuradukkan keduanya, padahal tidak semua keluhan memori berarti penyakit serius.
Secara klinis, kondisi ini dibagi menjadi tiga kategori utama:
- Kekhawatiran kognitif, ketika seseorang merasa ingatan atau cara berpikirnya berubah.
- Gangguan kognitif ringan (Mild Cognitive Impairment/MCI), ketika tes menunjukkan penurunan yang terukur, tetapi aktivitas sehari-hari masih dapat dilakukan secara mandiri.
- Demensia, termasuk Alzheimer, ketika penurunan kognitif sudah mengganggu fungsi hidup sehari-hari.
Bagi pasien, batas-batas ini sering terasa kabur.
Yang muncul bukan istilah medis, melainkan perasaan sederhana: ada yang tidak beres.
Penting untuk dipahami, perasaan ini tidak otomatis berarti demensia sedang atau akan terjadi.
Peran Kecemasan dan Depresi dalam Kekhawatiran Daya Ingat
Salah satu faktor paling kuat yang memicu kekhawatiran terhadap memori bukanlah penurunan fungsi otak, melainkan kondisi kesehatan mental.
Kecemasan dan depresi sangat memengaruhi cara seseorang mempersepsikan daya pikirnya.



