Overthinking Jadi Faktor Failure to Launch pada Anak Dewasa? Kenali Fenomena Kesulitan Mandiri
Overthinking Mengubah Setiap Pilihan Menjadi Ancaman
ILUSTRASI - Overthinking jadi faktor penyebab baru dari failure to launch, membuat anak dewasa takut melangkah hingga membuat jadi mandek (Foto: Canva)
AVNMEDIA.ID - Fenomena failure to launch, ketika anak dewasa kesulitan melangkah ke fase hidup mandiri, kini tidak lagi sekadar soal malas atau kurang motivasi.
Para ahli menilai, overthinking justru menjadi penyebab utama mengapa banyak anak dewasa yang cerdas dan berpotensi terjebak di tempat yang sama.
Di era pilihan tanpa batas dan perbandingan sosial yang konstan, overthinking memicu kecemasan tersembunyi yang membuat seseorang takut mengambil langkah apa pun.
Akibatnya, mereka lebih memilih diam, menunda, atau menghindar.
Overthinking dan Kecemasan Tersembunyi di Balik Failure to Launch
Dulu, failure to launch sering dikaitkan dengan sikap manja atau tidak mau berusaha.
Namun kini, masalahnya lebih kompleks dan bersifat kognitif.
Overthinking membuat seseorang terus memikirkan kemungkinan terburuk, seolah satu kesalahan kecil akan berakibat fatal dan tidak bisa diperbaiki.
Kondisi ini diperparah oleh media sosial, yang secara tidak langsung mendorong perbandingan hidup tanpa henti.
Semakin banyak pilihan, semakin besar ketakutan untuk salah memilih.
Bentuk-Bentuk Overthinking pada Anak Dewasa
Overthinking tidak selalu tampak sebagai kecemasan yang jelas.
Overthinking bisa muncul dalam berbagai bentuk, seperti:
- Perencanaan tanpa akhir, misalnya terus memperbaiki CV tanpa pernah melamar pekerjaan
- Menunda keputusan dengan alasan “belum siap sepenuhnya”
- Mengalihkan diri ke hobi, gim, atau aktivitas hiburan sebagai bentuk pelarian



