Takut Salah Terus? Bisa Jadi Ini Tanda Perfeksionisme Diam-Diam
Takut Salah Sering Berakar dari Takut Tidak Diterima
ILUSTRASI - Takut salah dan sulit memaafkan diri? Psikolog sebut ini tanda perfeksionisme diam-diam (Foto: Canva)
Respons yang penuh belas kasih pada diri sendiri terbukti lebih membantu dibanding kritik internal yang keras.
Mengganti kalimat batin dari “aku gagal” menjadi “aku sedang belajar” bisa menjadi langkah kecil dengan dampak besar bagi kesehatan mental.
Belajar Lebih Lembut pada Diri Sendiri
Mengurangi perfeksionisme bukan berarti menurunkan standar hidup.
Ini tentang mengubah cara memperlakukan diri sendiri saat standar itu tak tercapai.
Psikolog menyarankan untuk memberi ruang pada ketidaksempurnaan dan menerima bahwa salah adalah bagian tak terpisahkan dari proses bertumbuh.
Standar boleh tinggi, tetapi empati pada diri sendiri tetap diperlukan.
Bukan Tentang Sempurna, Tapi Bertahan dan Bertumbuh
Dalam hidup yang penuh tekanan dan ekspektasi, kesalahan hampir tak terhindarkan.
Namun, yang paling menentukan bukan seberapa jarang kita salah, melainkan seberapa sehat kita menyikapinya.
Takut salah terus-menerus bisa menjadi sinyal bahwa perfeksionisme mulai mengambil alih.
Mengenalinya sejak dini adalah langkah awal untuk hidup yang lebih tenang, realistis, dan manusiawi.
(apr)



