Takut Salah Terus? Bisa Jadi Ini Tanda Perfeksionisme Diam-Diam
Takut Salah Sering Berakar dari Takut Tidak Diterima
ILUSTRASI - Takut salah dan sulit memaafkan diri? Psikolog sebut ini tanda perfeksionisme diam-diam (Foto: Canva)
Padahal, kenyataan hidup jauh lebih kompleks.
Takut Salah Sering Berakar dari Takut Tidak Diterima
Di balik perfeksionisme, sering tersembunyi ketakutan yang lebih dalam: takut tidak disukai, tidak dihargai, atau tidak dicintai.
Banyak orang tanpa sadar mengaitkan kebahagiaan dengan pencapaian dan pengakuan.
Ketika standar itu tak tercapai, yang muncul bukan sekadar kecewa, melainkan rasa kosong dan kesepian.
Kesalahan lalu menjadi pengingat pahit bahwa diri belum memenuhi ekspektasi, baik dari diri sendiri maupun orang lain.
Kesalahan Bukan Identitas
Psikolog menegaskan bahwa kesalahan tidak pernah mendefinisikan siapa seseorang.
Kesalahan adalah peristiwa, bukan identitas. Namun, perfeksionisme membuat batas ini kabur.
Akibatnya, seseorang lebih sibuk menghukum diri sendiri daripada belajar dari pengalaman.
Rasa bersalah berlarut-larut justru menghambat pemulihan dan pertumbuhan.
Respons Kita Lebih Penting daripada Kesalahannya
Alih-alih fokus pada seberapa fatal kesalahan yang dibuat, psikolog menekankan pentingnya cara kita merespons kesalahan tersebut.



