4 Alasan Perilaku Self-Sabotage, Diam-diam Hambat Pertumbuhan Diri dan Kebahagiaan
ILUSTRASI - Cek Alasan Perilaku Self-Sabotage, Diam-diam Hambat Pertumbuhan Diri dan Kebahagiaan (Foto: Canva)
AVNMEDIA.ID - Self-sabotage atau perilaku menyabotase diri sendiri sering kali menjadi penghambat terbesar dalam proses pertumbuhan diri dan pencapaian kebahagiaan.
Tanpa disadari, banyak orang justru merusak peluang baik yang sedang mereka bangun, baik dalam karier, hubungan, maupun pengembangan diri.
Mulai dari menunda pekerjaan, menyerah di tengah jalan, hingga menjauh dari kesempatan emas, self-sabotage kerap muncul sebagai respons psikologis yang tampak sepele, namun berdampak besar dalam jangka panjang.
Berikut empat alasan utama mengapa seseorang memiliki perilaku self-sabotage berdasarkan kajian psikologi.
4 Alasan Utama Seseorang Memiliki Perilaku Self-Sabotage
1. Takut Disalahkan dan Ingin Melindungi Harga Diri
Salah satu bentuk self-sabotage yang paling sering terjadi adalah self-handicapping, yaitu ketika seseorang sengaja menciptakan hambatan bagi dirinya sendiri.
Tujuannya agar kegagalan dapat disalahkan pada faktor eksternal, bukan pada kemampuan pribadi.
Contohnya terlihat pada kebiasaan menunda persiapan menghadapi ujian atau proyek penting.
Jika hasilnya buruk, individu dapat berdalih kurang persiapan, bukan karena merasa tidak mampu.
Pola ini sebenarnya berfungsi sebagai mekanisme perlindungan harga diri, meski justru menghambat perkembangan diri.



