4 Alasan Perilaku Self-Sabotage, Diam-diam Hambat Pertumbuhan Diri dan Kebahagiaan
ILUSTRASI - Cek Alasan Perilaku Self-Sabotage, Diam-diam Hambat Pertumbuhan Diri dan Kebahagiaan (Foto: Canva)
Self-sabotage juga sering muncul sebagai respons terhadap stres dan kecemasan berlebih.
Saat berada dalam tekanan emosional, sistem psikologis cenderung memilih perilaku menghindar sebagai bentuk perlindungan diri.
Akibatnya, seseorang lebih memilih kelegaan jangka pendek seperti menunda, menyerah, atau menarik diri, meskipun hal tersebut mengorbankan tujuan jangka panjang.
Pola ini membuat proses menuju kebahagiaan dan pencapaian diri menjadi terhambat.
Memahami Self-Sabotage untuk Bertumbuh Lebih Sehat
Perilaku self-sabotage bukan sekadar bentuk kemalasan atau kurang motivasi, melainkan mekanisme psikologis yang berkembang untuk menghadapi rasa takut, stres, dan konflik batin.
Dengan memahami akar penyebabnya, seseorang dapat mulai membangun strategi yang lebih sehat untuk menghadapi tantangan hidup.
Mengubah cara pandang terhadap kegagalan, memperkuat self-compassion, serta mengelola stres dengan lebih adaptif menjadi langkah penting agar self-sabotage tidak lagi menghalangi pertumbuhan diri menuju kebahagiaan.
(apr)



