Tak Ada Orang Tua Sempurna, Pakar Tekankan Pentingnya Belajar dari Kesalahan dalam Pola Asuh
Cara Sehat Merespons Kesalahan dalam Pengasuhan
ILUSTRASI - Pakar sebut tak ada orang tua sempurna, kesalahan justru penting untuk membangun pola asuh sehat (Foto: Canva)
Selain kesalahan orang tua, anak juga akan sering melakukan kekeliruan.
Namun, memaksa anak untuk meminta maaf tanpa pemahaman dinilai kurang efektif.
Permintaan maaf yang dipaksakan cenderung mengajarkan kepatuhan semu, bukan empati.
Anak-anak, terutama usia dini, masih belajar memahami dampak perilaku mereka terhadap orang lain.
Oleh karena itu, orang tua dianjurkan membantu anak merefleksikan situasi secara tenang, lalu menawarkan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan, baik melalui kata-kata maupun tindakan.
Bentuk perbaikan tidak selalu harus berupa ucapan maaf, tetapi bisa diwujudkan dengan tindakan nyata seperti membantu membereskan, mengganti barang yang rusak, atau mengajak kembali teman yang tersisih.
Pengasuhan Bukan Soal Kesempurnaan
Pakar menegaskan bahwa pengasuhan tidak dituntut untuk sempurna, melainkan dijalani dengan kejujuran, kesadaran, dan kerendahan hati.
Kesalahan bukan bukti kegagalan orang tua, melainkan momen penting untuk mengajarkan ketangguhan dan keterhubungan emosional.
Anak dinilai lebih banyak belajar dari cara orang tua memperbaiki kesalahan dibandingkan dari upaya tampil sempurna tanpa cela.
Dengan merangkul ketidaksempurnaan, orang tua justru membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih empatik dan resilien.
(apr)



