Perfect Crown Tuai Kritik di Korea Selatan soal “Cheonse” Alih-alih “Manse”
Dengan semua konflik yang terjadi, banyak penonton mulai berspekulasi bahwa ending Perfect Crown tidak akan berjalan mulus/ X @ashdresaura
Sejak awal penayangan, beberapa sejarawan Korea sudah mengkritik sejumlah elemen dalam drama, termasuk sistem wali kerajaan hingga ritual ulang tahun raja yang dianggap bertentangan dengan budaya Dinasti Joseon.
Kontroversi terbaru bahkan disebut membuat sebagian penonton meminta klarifikasi resmi dari pihak MBC.
Ada juga yang mengaku telah mengirimkan keluhan ke regulator penyiaran Korea Selatan.
Rating Perfect Crown Tetap Tinggi Meski Kontroversial
Menariknya, kritik besar yang menghantam drama ini tidak terlalu memengaruhi popularitasnya.
“Perfect Crown” justru terus mencatat kenaikan rating sejak episode perdana. Drama ini debut dengan rating 7,8 persen, lalu naik menjadi 11,1 persen di Episode 4 dan menembus 13,3 persen pada Episode 10.
Tak hanya sukses di Korea Selatan, drama ini juga disebut masih populer di Disney+ di berbagai wilayah seperti Amerika Utara, Eropa, Amerika Latin, hingga Asia.
Dengan satu episode tersisa menuju ending, kontroversi “Perfect Crown” tampaknya masih akan terus menjadi bahan perdebatan di kalangan penonton Kdrama. (jas)
- Tiga Hal yang Terjadi di Ending Perfect Crown: Sistem Monarki Terhapus, Kedok Jeong-woo Terbongkar hingga Kissing Scene di Akhir
- Penjelasan Ending Perfect Crown: Terungkap Nasib Pengkhianatan Jeong-woo! Yi-an dan Hui-ju Tak Lagi Terikat Kerajaan?
- Ada Pengkhianatan di Ending Perfect Crown Episode 11–12? Istana Jadi Arena Perebutan Kekuasaan





