Tiga Hal yang Terjadi di Ending Perfect Crown: Sistem Monarki Terhapus, Kedok Jeong-woo Terbongkar hingga Kissing Scene di Akhir
Dalam adegan penutup, keduanya terlihat menonton pertandingan baseball bersama. Saat kamera “kissing cam” mengarah ke mereka, Yian dan Hee-ju tanpa ragu saling berciuman di depan publik/ X @kdramamiss
AVNMEDIA.ID - Drama Korea Perfect Crown resmi menutup ceritanya dengan ending yang emosional, penuh kejutan, sekaligus romantis.
Episode finalnya tidak hanya menyelesaikan konflik politik kerajaan, tetapi juga menuntaskan kisah pengkhianatan Jeong-woo hingga momen manis antara Yian dan Hee-ju di akhir cerita.
Berikut tiga hal penting yang terjadi di ending Perfect Crown.
1. Sistem Monarki Resmi Dihapus
Puncak cerita terjadi ketika Yian akhirnya mengambil keputusan besar: menghapus sistem monarki.
Sejak awal, Yian memang tidak pernah merasa nyaman menjadi Raja.
Ia menganggap sistem kerajaan justru menjadi sumber penderitaan bagi dirinya dan orang-orang yang ia cintai.
Setelah berbagai konflik politik dan tekanan dari Jeong-woo, Yian akhirnya menyerahkan keputusan kepada rakyat melalui survei publik.
Hasilnya, masyarakat memilih untuk mengakhiri sistem kerajaan.
Dengan keputusan tersebut, monarki resmi dibubarkan dan Yian tidak lagi menyandang gelar Raja, melainkan kembali menjadi Lee Yi-an.
Keputusan ini menjadi titik balik besar dalam cerita Perfect Crown karena menandai berakhirnya ratusan tahun sistem kekuasaan kerajaan.





