DPRD Samarinda

Penanganan PMKS Tak Cukup Dirazia, DPRD Samarinda Minta Satpol PP dan Dinsos Bersinergi

DPRD - Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar/ Foto: IST

AVNMEDIA.ID - Penanganan gelandangan, pengemis (gepeng), dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kota Samarinda dinilai membutuhkan pendekatan yang lebih terpadu. 

DPRD Kota Samarinda berpandangan, penyelesaian persoalan tersebut tidak cukup hanya melalui operasi penertiban, tetapi harus dibarengi pembinaan serta koordinasi antarlembaga agar hasilnya lebih berkelanjutan.

Komisi IV DPRD Kota Samarinda menilai keterlibatan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Sosial (Dinsos), pemerintah kota hingga Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur harus berjalan searah.

Kolaborasi itu dinilai menjadi fondasi agar persoalan sosial tidak terus berulang setiap kali razia dilakukan.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, mengatakan Satpol PP selama ini telah menjalankan fungsi penegakan peraturan daerah sesuai kewenangannya. 

Menurutnya, kegiatan penertiban memang diperlukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban umum di wilayah kota.

Satpol PP telah menjalankan tugasnya sesuai mekanisme yang ada. Penertiban seperti ini memang perlu didukung karena berkaitan langsung dengan ketertiban umum dan kenyamanan warga,” ucapnya..

Meski demikian, ia menegaskan bahwa operasi penertiban bukanlah tahap akhir dalam penanganan PMKS

Setelah seseorang terjaring razia, pemerintah harus memastikan ada proses lanjutan yang mampu mengubah kondisi sosial mereka sehingga tidak kembali ke jalan.

Related News
Recent News
image
Advertorial Meski Dibiayai APBN, DPRD Samarinda Tetap Kawal Program Sekolah Rakyat
by Tim Advertorial dan Bisnis2026-07-27 13:32:25

DPRD Samarinda menegaskan Sekolah Rakyat harus berjalan sesuai sasaran bagi masyarakat kurang mampu

image
Advertorial Hari Anak Nasional, DPRD Samarinda Tekankan Pentingnya Kehadiran Orang Tua
by Nayara Faiza2026-07-24 16:23:00

DPRD Samarinda mengajak orang tua menjadikan Hari Anak Nasional sebagai momen memperbaiki pola asuh