Pedagang Pasar Pagi Adukan Gedung Baru hingga Omzet Anjlok ke DPRD Samarinda
RAPAT - Pedagang Pasar Pagi saat menyampaikan keluhan mereka kepada Disdag dan OPD terkait di Ruang Sidang Utama Lantai 2 DPRD Samarinda
AVNMEDIA.ID - Puluhan pedagang yang tergabung dalam Forum Pedagang Pasar Pagi (FP3) mengadu ke DPRD Samarinda. Mereka membawa sederet persoalan yang dinilai membuat aktivitas perdagangan di gedung baru Pasar Pagi belum berjalan optimal.
Keluhan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Samarinda, Rabu (2/9/2026).
Ketua FP3 Thoriq Hakim mengatakan, sedikitnya ada 14 poin tuntutan yang disampaikan pedagang kepada wakil rakyat. Persoalan tersebut mulai dari akses masuk, tarif parkir, penataan kios, fasilitas gedung, hingga omzet yang terus menurun.
Tangga Pasar Pagi Disebut Sudah Memakan Tiga Korban
Salah satu persoalan yang paling disorot pedagang adalah akses masuk ke gedung Pasar Pagi.
Hakim menilai tangga bagian depan terlalu tinggi dan menyulitkan pedagang maupun pengunjung. Bahkan, menurutnya, sudah ada tiga korban akibat kondisi tersebut.
“Permasalahan utama yang kita keluhkan akses masuk ke Pasar Pagi. Tangga depan itu sangat tinggi dan sudah memakan tiga korban yang kita ketahui selama ini. Maka kita harapkan ada upaya pembenahan,” kata Hakim.
Pedagang berharap pemerintah tidak hanya melihat bangunan dari sisi tampilan, tetapi juga memastikan aksesnya aman dan mudah digunakan masyarakat.
Tarif Parkir Dinilai Membebani Pedagang dan Pembeli
Keluhan berikutnya menyangkut tarif parkir.





