Joko Anwar Tak Beri Happy Ending di Ghost in the Cell: yang Paling Menakutkan bukan Makhluk Gaib, tapi Sistemnya
Joko Anwar berikan nuansa horor yang baru di Ghost in the Cell
FILM - Joko Anwar Tak Berikan Happy Ending di Ghost in the Cell
Ia adalah manifestasi dari akumulasi energi negatif yang sudah terlalu lama dibiarkan mengendap di dalam tembok penjara itu yaitu kekerasan, korupsi, penindasan, dan keputusasaan yang selama bertahun-tahun tidak pernah diadili.
Hantu itu, dengan kata lain, adalah produk dari sistem itu sendiri.
Joko Anwar membangun logika ini perlahan.
Setiap kematian bukan terjadi secara acak namun ia seperti "tagihan" yang datang menagih dosa-dosa yang tak pernah dibayar.
Para sipir korup, napi bengis, hingga aparat yang menyalahgunakan kekuasaan, semua punya aura yang membara.
Dan ketika teror itu akhirnya bisa diredakan lewat seni, doa, atau bahkan joget dadakan yang dilakukan oleh para napi di lorong penjara.
Adegan ini jelas memiliki pesan bahwa satu-satunya penangkal energi jahat adalah rasa kemanusiaan yang masih tersisa di diri manusia.
Hantu terbesar dalam film ini bukan yang gentayangan di lorong penjara, melainkan sistem yang menciptakan lorong itu sendiri.





