Lingkup Psikologi

Film Phantom Thread Ungkap Sisi Gelap Perfeksionisme dan Represi Emosi

Dugaan Gangguan Psikologis dan Siklus Emosi

ILUSTRASI - Film Phantom Thread ungkap sisi gelap perfeksionisme sebagai cara menekan emosi di balik kesuksesan (Foto: Canva)

Sejumlah penonton dan pengamat film menilai karakter Reynolds menunjukkan gejala yang menyerupai gangguan bipolar.

Ketakutannya terhadap emosi dipahami sebagai ketakutan terhadap fase depresi yang kerap mengikuti euforia atau kebahagiaan.

Dalam konteks ini, perfeksionisme menjadi “benteng” semu, sebuah keyakinan bahwa disiplin dan kontrol total dapat mencegah kehancuran emosional, meski pada kenyataannya justru memperkuat siklus tersebut.

Akhir Film dan Pesan tentang Penerimaan Diri

Menjelang akhir film, Phantom Thread menghadirkan secercah harapan.

Melalui perspektif Alma, Reynolds mulai menerima sisi lemahnya, bagian dari diri yang selama ini berusaha ia singkirkan.

Alih-alih menghapus kelemahan, film ini menyampaikan pesan tentang pentingnya berdamai dengan seluruh spektrum emosi manusia.

Perfeksionisme tidak lagi diposisikan sebagai tujuan, melainkan sebagai sesuatu yang perlu dipahami, dikendalikan, dan dilunakkan dengan penerimaan diri.

(apr)

Related News
Recent News
image
Sex and Relationship Turun Berat Badan dan Tetap Positif terhadap Tubuh, Kok Bisa? Kenali Body Positivity
by April2026-02-23 23:54:20

Bisakah menurunkan berat badan dan tetap positif terhadap tubuh? Simak penjelasan body positivity.

image
Sex and Relationship Terlalu Banyak Berita Buruk? Ini Dampak Doomscrolling yang Ternyata Bisa Kikis Empati dan Kesehatan Mental
by April2026-02-20 18:25:48

Doomscrolling picu compassion collapse, empati melemah, dan mental jadi kewalahan.