Film Phantom Thread Ungkap Sisi Gelap Perfeksionisme dan Represi Emosi
Dugaan Gangguan Psikologis dan Siklus Emosi
ILUSTRASI - Film Phantom Thread ungkap sisi gelap perfeksionisme sebagai cara menekan emosi di balik kesuksesan (Foto: Canva)
Alma menjadi salah satu dari sedikit orang yang berani menembus dinding perfeksionisme yang dibangun Reynolds.
Meski tampak dominan dan berkuasa, Reynolds sejatinya menghindari konflik dan kebisingan karena ketakutan emosional yang mendalam.
Ketika gagal mengendalikan perasaannya, ia justru jatuh dalam keputusasaan dan menunjukkan sisi kekanak-kanakan.
Perfeksionisme sebagai Bentuk Pelarian Emosional
Film ini juga menunjukkan bahwa Reynolds tidak hanya membenci konflik, tetapi juga menghindari kebahagiaan.
Ia memandang kegembiraan sebagai sesuatu yang berpotensi berujung pada rasa sakit.
Pola ini merepresentasikan perfeksionisme sebagai strategi untuk menghindari emosi, baik negatif maupun positif.
Kesuksesan tidak pernah cukup memuaskan, sementara kegagalan dibalas dengan kerja obsesif yang semakin intens.
Dari sudut pandang luar, kehidupan Reynolds tampak hampa, meski dibalut prestise dan pencapaian.



