Dewan Respons Keluhan Pedagang, Ini Solusi Ditawarkan untuk Benahi Pasar Pagi Samarinda
TAMPAK DEPAN - Tampilan pintu masuk Pasar Pagi Samarinda dari sisi jalan Jenderal Sudirman
Dewan menilai kondisi tersebut menyulitkan pedagang untuk membuka seluruh kios secara bersamaan. Apalagi setiap lapak membutuhkan biaya operasional, termasuk tenaga yang menjaga kios.
“Omzetnya sehari belum tentu laku, kadang nggak terjual. Kalau dia memaksakan buka yang lain lagi, kan ada cost yang harus dikeluarkan, minimal yang jaga karyawan,” jelasnya.
Karena itu, menurut Iswandi, perlu dibicarakan pola pengelolaan yang lebih efektif, termasuk kemungkinan menggabungkan atau menyatukan penggunaan kios.
Dewan: Masalah Pasar Pagi Samarinda Selama Ini Komunikasi
Iswandi menilai komunikasi antara pemerintah dan pedagang menjadi bagian penting dalam mencari jalan keluar.
“Selama ini masalahnya kan hanya komunikasi,” ujarnya.
Ia mendorong seluruh pihak duduk bersama untuk membicarakan kondisi Pasar Pagi secara menyeluruh. Bagi dewan, keberhasilan pasar tidak cukup hanya dilihat dari jumlah kios yang terisi, tetapi juga dari ramainya pedagang dan pembeli.





