Dari Warna Raja sampai Jongmyo Jerye: Ini Makna Tradisi Korea di Balik Drama “Perfect Crown” yang Lagi Viral
Episode 9–10 Perfect Crown berpotensi menghadirkan konflik yang lebih tajam dan emosional/ X @meemexo4
Karena hanya digelar tiga tahun sekali dan tingkat kelulusannya kecil, penerima eosahwa dianggap punya status sosial tinggi.
Biasanya bunga ini diselipkan di topi tradisional gat sebagai simbol kehormatan.
Jongmyo Jerye: Ritual Kerajaan yang Bikin Cerita Makin Tegang
Salah satu adegan paling serius di “Perfect Crown” adalah saat ritual Jongmyo Jerye berlangsung.
Ini bukan ritual biasa. Jongmyo Jerye adalah upacara penghormatan leluhur kerajaan yang digelar di Jongmyo Shrine, dan sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
Ritual ini melibatkan musik tradisional, tarian, hingga persembahan yang berlangsung sangat sakral.
Di drama ini, ritual tersebut bahkan jadi titik konflik karena karakter utama tidak bisa menggunakan ponsel selama upacara berlangsung.
- Perfect Crown Tuai Kritik di Korea Selatan soal “Cheonse” Alih-alih “Manse”
- Penobatan Yi-an di Perfect Crown Tuai Kritik Publik Korea, Ternyata Detail Simbol Kerajaan Ini Jadi Pemicunya
- Tiga Hal yang Terjadi di Ending Perfect Crown: Sistem Monarki Terhapus, Kedok Jeong-woo Terbongkar hingga Kissing Scene di Akhir
Hopae, “KTP” Zaman Joseon yang Ternyata Sudah Ada Sejak Dulu
Menariknya, drama ini juga menampilkan hopae, yaitu identitas pribadi di era Joseon.
Bisa dibilang ini semacam KTP versi jadul. Isinya mencakup nama, usia, hingga tahun lahir.
Semua pria di atas 16 tahun wajib membawanya, dari bangsawan sampai rakyat biasa.





