BUMD Ditarget Bisa Profesional, Tak Melulu Bergantung pada APBD 

Ketua Komisi II DPRD Samarinda/ IST

Ia menilai bahwa jika suatu BUMD tidak memberikan keuntungan yang signifikan bagi daerah, maka dana yang ada lebih baik disimpan di bank untuk menghindari potensi pemborosan.

BUMD bukan sekadar tempat menampung tenaga kerja tanpa produktivitas. Intinya, harus menghasilkan keuntungan. Kalau tidak, lebih baik uang tersebut kita depositokan saja di bank, itu lebih aman,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti perlunya transparansi dalam pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Iswandi menilai masih ada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum maksimal dalam mengelola anggaran, sehingga perlu dilakukan efisiensi dengan memangkas pos-pos yang kurang prioritas.

Kebijakan ini juga sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD. (adv)

Related News
Recent News
image
Advertorial Komisi Iv DPRD Samarinda Soroti Kepastian Anggaran KONI untuk Porprov 2026
by Tim Advertorial dan Bisnis2026-07-18 18:34:00

Anggaran KONI untuk Porprov 2026 masih dibahas seiring kondisi fiskal Kota Samarinda yang dinamis

image
Advertorial Puluhan Sekolah di Samarinda Diusulkan Direhabilitasi pada 2027, DPRD Dahulukan Perbaikan Ringan
by Tim Advertorial dan Bisnis2026-07-13 21:54:00

Perbaikan 35 SD dan 15 SMP diusulkan DPRD Samarinda masuk program prioritas APBD 2027