6 Langkah untuk Berhenti Mengkhawatirkan Hal-Hal yang di Luar Kontrol Kita
Pisahkan Hal yang Bisa dan Tidak Bisa Dikendalikan
ILUSTRASI - Kenali langkah-langkah praktis mengelola kekhawatiran agar tidak terjebak pada hal-hal di luar kendali (Foto: Canva)
Perhatikan pola pikiran yang berulang, situasi pemicunya, serta respons tubuh seperti tegang atau gelisah.
Kesadaran ini membantu kita mengambil jarak dari kekhawatiran, bukan larut di dalamnya.
3. Pahami Makna di Balik Kekhawatiran
Kekhawatiran jarang berdiri sendiri.
Cemas pada orang terdekat, misalnya, sering berakar pada rasa takut kehilangan.
Khawatir pada hasil pemeriksaan kesehatan bisa mencerminkan ketakutan akan perubahan hidup yang besar.
Saat makna di balik kekhawatiran dipahami, kita tidak lagi melihatnya sebagai musuh, melainkan sebagai sinyal tentang apa yang paling kita pedulikan.
4. Pisahkan Hal yang Bisa dan Tidak Bisa Dikendalikan
Tidak semua hal berada dalam kendali manusia.
Pilihan orang lain, kejadian tak terduga, dan masa lalu adalah contoh hal yang tidak dapat diubah.
Sebaliknya, cara kita merespons, mempersiapkan diri, menetapkan batasan, dan merawat diri adalah area yang bisa dikendalikan.
Memilah dua hal ini membantu mengalihkan energi dari kecemasan yang buntu ke tindakan yang lebih bermakna.
5. Ubah Kekhawatiran Menjadi Tindakan Nyata
Setelah memahami apa yang bisa dikendalikan, tanyakan pada diri sendiri: “Satu langkah konstruktif apa yang bisa aku lakukan?”



