Lingkup Psikologi

Mood Sering Berubah? Ternyata Faktor-Faktor Ini yang Memicu Perubahan Suasana Hati

Omega-3 berperan jaga stabilitas proses dasar otak

ILUSTRASI - Mood sering berubah? Kenali faktor biologis, stres, dan gaya hidup yang pengaruhi suasana hati (Foto: IST)

AVNMEDIA.ID - Perubahan mood atau suasana hati yang naik turun kerap dialami banyak orang dalam kehidupan sehari-hari.

Kondisi ini tidak selalu berkaitan dengan gangguan berat, namun bila terjadi terlalu sering, perubahan suasana hati dapat memengaruhi kesehatan mental, produktivitas, hingga kualitas hubungan sosial.

Perubahan mood bisa dipicu oleh kombinasi faktor biologis, psikologis, dan lingkungan.

Memahami penyebabnya menjadi langkah awal untuk menjaga kestabilan emosi dan kesehatan mental secara menyeluruh.

Faktor-Faktor yang Memicu Perubahan Suasana Hati

1. Kurang Tidur Picu Mood Tidak Stabil

Salah satu faktor paling dominan yang memengaruhi suasana hati adalah kualitas tidur.

Kurang tidur atau jam tidur yang tidak teratur dapat mengganggu ritme biologis tubuh.

Ketika pola tidur terganggu, kerja hormon dan zat kimia otak yang mengatur emosi ikut kacau.

Akibatnya, seseorang menjadi lebih mudah marah, sensitif, cemas, atau merasa sedih tanpa alasan yang jelas.

Tidur yang cukup dan konsisten terbukti membantu menjaga kestabilan mood dan meningkatkan kemampuan mengelola emosi.

2. Stres Psikologis dan Tekanan Emosional

Tekanan pekerjaan, masalah keluarga, konflik relasi, hingga tuntutan sosial yang tinggi dapat memicu perubahan suasana hati.

Stres berkepanjangan membuat otak berada dalam kondisi siaga terus-menerus, sehingga emosi menjadi lebih reaktif.

Related News
Recent News
image
Sex and Relationship Overthinking Jadi Faktor Failure to Launch pada Anak Dewasa? Kenali Fenomena Kesulitan Mandiri
by April2026-01-31 13:04:04

Overthinking jadi penyebab baru failure to launch, membuat anak dewasa takut melangkah jadi mandek.

image
Sex and Relationship Sering Lupa? Ini Bedanya Kelupaan Wajar dan Tanda Penurunan Kognitif
by April2026-01-30 18:12:08

Lupa sesekali itu wajar, tapi kapan kelupaan jadi tanda penurunan kognitif? Ini penjelasannya.