Rekap Ending Bloody Flower, Bagaimana Akhir Korupsi Medis? Ternyata Ada Plot Twist
ENDING BLOODY FLOWER - Bloody Flower sebenarnya memiliki fondasi cerita kuat: eksperimen ilegal, korupsi medis, dan dilema moral tentang ambisi sains/ X @huminifier
Chae Jeong-su ditangkap atas tuduhan eksperimen ilegal dan pelanggaran etik medis.
Direktur Oh yang sebelumnya bungkam akhirnya bekerja sama, membongkar jaringan kekuasaan di balik Cheum.
Bahkan tersirat bahwa ayah Jaksa Cha mungkin menjadi dalang besar—meski subplot ini tidak digarap tuntas.
Secara hukum, korupsi medis berhasil dibongkar. Namun secara moral, drama ini mempertanyakan: apakah penangkapan cukup untuk menebus ratusan nyawa?
Twist Ending: Woo-gyeom Masih Hidup?
Di adegan terakhir, Han-jun menemukan satu-satunya sampel obat yang disembunyikan Woo-gyeom di dalam metronomnya. Saat hendak membuangnya, telepon masuk.
Woo-gyeom ternyata masih hidup.
Twist ini membuka kemungkinan bahwa ia memalsukan kematian demi melanjutkan riset secara independen—tanpa diburu hukum maupun dimanfaatkan korporasi.
Review: Ending yang Emosional, Tapi Kurang Menggigit
Sebagai penutup, Bloody Flower sebenarnya memiliki fondasi cerita kuat: eksperimen ilegal, korupsi medis, dan dilema moral tentang ambisi sains.
Namun eksekusi akhirnya terasa kurang tajam.
Alur konspirasi medis dipenuhi celah logika, dan pengembangan karakter Jaksa Cha terasa terburu-buru.
Yang justru paling kuat adalah dinamika Woo-gyeom dan Han-jun—dua sosok yang awalnya berseberangan, lalu menjadi sekutu dalam perjuangan keadilan.
Ending-nya tidak sepenuhnya memuaskan, tetapi tetap menyisakan ruang refleksi: ketika sains kehilangan empati, siapa yang benar-benar membayar harganya?
Itulah rekap ending Bloody Flower dan bagaimana akhir korupsi medis dalam drama ini. (jas)




