Rekap Ending Bloody Flower, Bagaimana Akhir Korupsi Medis? Ternyata Ada Plot Twist
ENDING BLOODY FLOWER - Bloody Flower sebenarnya memiliki fondasi cerita kuat: eksperimen ilegal, korupsi medis, dan dilema moral tentang ambisi sains/ X @huminifier
Ia mengumpulkan data 223 korban eksperimen ilegal, sekaligus menyusun rencana menjatuhkan Jeong-su dari dalam.
Konfrontasi di Jembatan: Upaya Pembunuhan
Puncak konflik terjadi di jembatan—tempat ibunya tewas.
Chae Jeong-su akhirnya berhadapan langsung dengan Woo-gyeom dan Han-jun.
Bukannya menyesal, Jeong-su justru membenarkan ambisinya.
Ia mengaku rela menjadi subjek eksperimen ayahnya demi kejayaan riset medis.
Pernyataan itu memicu kemarahan Woo-gyeom.
Ia berusaha membunuh Jeong-su sebelum polisi datang. Jaksa Cha mengaku telah mengantongi cukup bukti untuk menangkapnya.
Namun Woo-gyeom merasa keadilan hukum saja tak cukup menebus semua korban.
Polisi melepaskan tembakan. Han-jun tertembak saat mencoba menghentikan Woo-gyeom.
Dalam kekacauan itu, Woo-gyeom ditembak dan jatuh ke sungai.
Secara resmi, ia dinyatakan meninggal.
Apakah Korupsi Medis Benar-Benar Berakhir?
Inilah inti ending Bloody Flower.
Berkat data 223 korban dan laporan audit internal Cheum, Jaksa Cha akhirnya memiliki bukti kuat.




