Psikologi di Balik Mu-hee dan Do Ra-mi di Can This Love Be Translated? Ini Penjelasan Ilmiahnya
MU-HEE DAN DO RA-MI - Mu-hee dan Do Ra-mi bukan dua orang berbeda, melainkan cerminan pertarungan antara logika dan perasaan/ X @yasollxx
Inilah yang membuat Do Ra-mi terasa seperti “orang lain”, padahal masih bagian dari satu identitas.
Tekanan Sosial dan Cinta sebagai Pemicu
Dalam konteks cerita, psikologi Mu-hee sangat dipengaruhi oleh tuntutan sosial, ekspektasi lingkungan, hingga ketakutan akan keintiman
Kepribadian Do Ra-mi muncul sebagai coping mechanism, cara bawah sadar untuk menyalurkan emosi yang tidak bisa diekspresikan oleh Mu-hee secara langsung.
Drama ini secara halus menunjukkan bahwa cinta sering kali memaksa seseorang berhadapan dengan sisi dirinya yang paling rentan.
Psikologi sebagai Alat Bercerita di Can This Love Be Translated?
Alih-alih menyajikan gangguan mental secara literal, Can This Love Be Translated? menggunakan psikologi sebagai metafora konflik batin, simbol identitas yang terbelah, dan
representasi luka emosional yang belum selesai.
Mu-hee dan Do Ra-mi bukan dua orang berbeda, melainkan cerminan pertarungan antara logika dan perasaan.
Dari sudut pandang psikologi, kepribadian Mu-hee dan Do Ra-mi di Can This Love Be Translated? lebih tepat dipahami sebagai:
- disosiasi ringan
- ego state yang terpisah
- dan simbol tekanan emosional
Drama ini tidak sedang membahas diagnosis medis, melainkan perjalanan manusia untuk menyatukan kembali bagian diri yang terpecah—terutama ketika berhadapan dengan cinta.
Pendekatan inilah yang membuat Can This Love Be Translated? terasa relevan, emosional, dan dekat dengan pengalaman psikologis banyak penonton. (jas)



