Psikologi di Balik Mu-hee dan Do Ra-mi di Can This Love Be Translated? Ini Penjelasan Ilmiahnya
MU-HEE DAN DO RA-MI - Mu-hee dan Do Ra-mi bukan dua orang berbeda, melainkan cerminan pertarungan antara logika dan perasaan/ X @yasollxx
sebagai cara bertahan dari tekanan emosional.
Pada karakter Mu-hee dan Do Ra-mi, disosiasi ditampilkan sebagai pemisahan fungsi:
Ini adalah mekanisme bertahan yang cukup umum, terutama pada individu dengan tekanan psikologis tinggi.
Apakah Ini Dissociative Identity Disorder (DID)?
Banyak penonton mengaitkan karakter ini dengan Dissociative Identity Disorder (DID).
Namun dalam praktik klinis, DID sangat jarang terjadi, hampir selalu berakar pada trauma berat berkepanjangan, serta tidak muncul sejelas dan seterstruktur dalam drama.
Dalam Can This Love Be Translated?, pendekatan DID lebih bersifat dramatisasi naratif, bukan potret klinis yang realistis.
Ego State Theory: Pendekatan yang Lebih Realistis
Dua Ego, Satu Diri
Psikologi modern lebih melihat Mu-hee dan Do Ra-mi melalui Ego State Theory.
Teori ini menjelaskan bahwa setiap orang memiliki berbagai “bagian diri”, seperti:
- diri profesional
- diri emosional
- diri yang terluka
- diri yang ingin dicintai
Dalam kondisi sehat, semua bagian ini terintegrasi pada sosok Mu-hee.
Kebalikannya justru ada pada Do Ra-mi:
- ego pelindung menjadi dominan
- ego emosional (Do Ra-mi) terpisah dan muncul sendiri



