Perekonomian Indonesia Tumbuh 5,12%, Tapi Ancaman “Vibecession” Mulai Bayangi

Pertumbuhan Ekonomi Melonjak di Kuartal II 2025

ILUSTRASI - EBC Financial Group mengingatkan fenomena “vibecession” — kondisi saat data ekonomi terlihat positif, tapi kepercayaan konsumen dan dunia usaha justru melemah/ Pexels

Namun, langkah ini bisa mengurangi ketersediaan ekspor dan memicu gejolak di pasar global.

Analis EBC memperkirakan perusahaan sawit dan pelayaran bisa mengalami penurunan margin, sementara sektor kebutuhan pokok domestik justru berpotensi diuntungkan.

Menatap ke Depan: Ujian Daya Tahan Ekonomi Indonesia

Pertumbuhan kuartal II menunjukkan ekonomi Indonesia masih di jalur positif. Namun, pertanyaannya: apakah momentum ini bisa bertahan di tengah tantangan global dan politik domestik?

EBC menyoroti dua kunci utama:

1. Mampukah konsumsi domestik pulih?

2. Akankah investor tetap percaya tanpa reformasi struktural?

Dalam jangka panjang, daya tahan ekonomi Indonesia sangat ditentukan oleh pergeseran dari stimulus jangka pendek menuju pertumbuhan berbasis produktivitas dan investasi jangka panjang. (jas) 

Disclaimer: Artikel ini merupakan hasil pengamatan EBC Financial Group beserta seluruh entitas globalnya. Bukan merupakan saran finansial atau investasi. Perdagangan komoditas dan valuta asing (FX) memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian yang dapat melampaui modal awal. Konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional sebelum mengambil keputusan perdagangan atau investasi. EBC Financial Group dan entitasnya tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul dari penggunaan informasi ini.

 

Related News
Recent News
image
Business Peluang Beasiswa LPDP di Monash University Indonesia: Akses Pendidikan Global Tanpa Harus ke Luar Negeri
by Adrian Jasman2025-07-15 19:21:50

Kolaborasi Monash Indonesia dan LPDP buka akses pendidikan global bagi pemimpin masa depan Indonesia

image
Business Harga Pertalite di Indonesia Ternyata Lebih Murah dari Banyak Negara Asia
by Adrian Jasman2025-07-15 15:08:08

Pertalite Rp12.900/liter di Indonesia, masih murah dibanding Singapura, Jepang, hingga Filipina.