Perekonomian Indonesia Tumbuh 5,12%, Tapi Ancaman “Vibecession” Mulai Bayangi

Pertumbuhan Ekonomi Melonjak di Kuartal II 2025

ILUSTRASI - EBC Financial Group mengingatkan fenomena “vibecession” — kondisi saat data ekonomi terlihat positif, tapi kepercayaan konsumen dan dunia usaha justru melemah/ Pexels

AVNMEDIA.IDPerekonomian Indonesia mencatat pertumbuhan 5,12% year-on-year pada kuartal II 2025, laju tercepat sejak pertengahan 2023.

Lonjakan ini didorong oleh peningkatan investasi hampir 7% serta ekspor yang melonjak menjelang penerapan tarif baru dari Amerika Serikat.

Capaian ini menegaskan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian politik domestik.

Namun, analis dari EBC Financial Group mengingatkan fenomena “vibecession” — kondisi saat data ekonomi terlihat positif, tapi kepercayaan konsumen dan dunia usaha justru melemah.

Tarif AS Ganggu Ekspor Udang Indonesia

Penerapan tarif 19% oleh Amerika Serikat terhadap udang asal Indonesia diperkirakan akan memangkas ekspor hingga 30%. Industri perikanan khawatir kebijakan ini bisa menghilangkan hingga satu juta lapangan kerja.

Sebagai langkah antisipasi, eksportir mulai mengalihkan pasokan ke pasar Tiongkok, meski saat ini baru menyerap sekitar 2% dari total ekspor udang nasional.

Menurut Samuel Hertz, Kepala APAC EBC Financial Group, mesin pertumbuhan Indonesia masih berjalan, tapi medannya makin rumit.

"Gesekan perdagangan, melemahnya belanja rumah tangga, dan kehati-hatian investasi kini terjadi bersamaan," katanya dalam keterangan diterima Avnmedia.id, Kamis (28/08/2025) kemarin. 

 

Konsumsi Domestik dan Belanja Rumah Tangga Melemah

Related News
Recent News
image
Business Citi Bawa Era Baru Perbankan Digital, Luncurkan Teknologi AI untuk Dorong Efisiensi di Indonesia
by Adrian Jasman2026-06-14 19:08:29

Citi hadirkan teknologi AI di Indonesia untuk mempercepat transformasi digital.

image
Business BI Rate Naik ke 5,25%, Cicilan KPR Belum Tentu Ikut Melonjak, Ini Temuan Rumah123
by Adrian Jasman2026-06-08 13:47:40

BI Rate naik ke 5,25%, namun bunga KPR belum tentu ikut naik. Pasar properti masih kuat.