Advertorial DPRD Samarinda

Kabut Asap Makin Pekat, DPRD Samarinda Minta Sekolah Siapkan Opsi Belajar dari Rumah

WAWANCARA - Wawancara Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronie/HO

AVNMEDIA.ID - Kondisi udara di Samarinda yang mulai memburuk akibat kabut asap karhutla menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda

Pemerintah daerah diminta menyiapkan langkah antisipasi di sektor pendidikan apabila pencemaran udara terus meningkat dan mulai membahayakan kesehatan siswa.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, meminta perkembangan kualitas udara dipantau secara rutin. 

Menurutnya, kondisi udara tidak selalu sama di seluruh wilayah sehingga kebijakan yang diambil perlu mempertimbangkan situasi masing-masing kecamatan.

Perbedaan kualitas udara tersebut membuat aktivitas luar ruangan di sekolah perlu mendapat perhatian. 

Ketika tingkat pencemaran mencapai kategori tidak sehat, kegiatan belajar yang mengharuskan siswa berada di luar ruangan sebaiknya dikurangi.

“Wilayah Samarinda memang ada beberapa kecamatan yang kurang baik kondisi udaranya, ada juga yang masih bagus. Kami minta dinas terkait melihat perkembangan kondisi setiap harinya,” katanya.

Novan menyebut pembelajaran dari rumah dapat digunakan sebagai alternatif apabila kondisi udara di suatu wilayah sudah tidak mendukung kegiatan belajar tatap muka. 

Namun, penerapannya menurut dia tidak harus dilakukan secara menyeluruh di seluruh Samarinda.

Disdikbud diminta mempertimbangkan data kualitas udara sebelum menentukan kebijakan pembelajaran. 

Dengan demikian, sekolah yang berada di wilayah dengan kondisi udara masih baik tidak harus mendapatkan perlakuan yang sama dengan sekolah yang terdampak lebih parah.

“Disdik diminta melakukan pembelajaran yang sifatnya tidak berinteraksi di luar ruangan atau dari rumah jika kondisi udara sudah tidak bagus,” terangnya.

Selain mengantisipasi dampak terhadap kegiatan belajar, DPRD Samarinda turut mengkhawatirkan risiko kesehatan masyarakat. 

Penurunan kualitas udara akibat kabut asap dinilai dapat meningkatkan potensi gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Pemantauan kondisi tersebut juga dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). D

PRD terus berkoordinasi untuk mengetahui perkembangan kualitas udara sekaligus melihat dampak yang ditimbulkan oleh karhutla.

Novan mengungkapkan angka indeks standar pencemar udara (ISPU) mengalami peningkatan cukup signifikan. 

Jika sebelumnya berada pada angka 98, indikator tersebut kemudian naik menjadi 148 yang sudah masuk kategori tidak sehat.

Udara kita pekan lalu 98, sekarang sudah 148 masuk kategori tidak sehat. Kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat kesiapan layanan kesehatan turut menjadi perhatian. 

DPRD mendorong Dinas Kesehatan Samarinda memastikan puskesmas dan rumah sakit memiliki kesiapan untuk menghadapi kemungkinan bertambahnya warga yang mengalami gangguan pernapasan.

Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan penggunaan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. 

Novan mengingatkan agar perlindungan diri dilakukan sejak kualitas udara mulai memburuk, bukan setelah seseorang mengalami keluhan kesehatan.

“Jangan sampai sudah merasakan gejalanya baru menggunakan masker. Kita perlu antisipasi lebih dulu karena kondisi udara kita tidak menentu,” jelas Novan.

Upaya pencegahan juga dilakukan dengan menyiapkan masker untuk masyarakat. Sekitar 10 ribu masker disebut telah disediakan oleh relawan untuk dibagikan kepada warga. 

Pembagian tersebut sekaligus menjadi bagian dari edukasi mengenai pentingnya perlindungan diri saat kualitas udara menurun.

Novan berharap masyarakat dan seluruh pihak terkait meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kemarau serta meningkatnya kejadian karhutla. 

Kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap paparan asap perlu mendapatkan perhatian lebih dalam upaya perlindungan kesehatan.

“Perlindungan masyarakat harus menjadi prioritas, khususnya kelompok yang rentan terhadap dampak kabut asap,” pungkasnya.

Novan menegaskan bahwa perlindungan masyarakat, terutama kelompok rentan, harus menjadi prioritas dalam menghadapi dampak kabut asap. (adv)

Related News
Recent News
image
Advertorial Bukan Cuma SPMB, DPRD Samarinda Ungkap Hal yang Harus Dibenahi Agar Sekolah Lebih Merata
by Tim Advertorial dan Bisnis2026-09-04 20:07:00

SPMB Samarinda dievaluasi, DPRD mendorong pemerataan sekolah untuk mengurangi kesenjangan

image
Advertorial Dewan Respons Keluhan Pedagang, Ini Solusi Ditawarkan untuk Benahi Pasar Pagi Samarinda
by Tim Advertorial dan Bisnis2026-09-04 08:10:00

Dewan mendorong solusi keterisian kios dan akses agar Pasar Pagi Samarinda kembali