Joko Anwar Gelar Instalasi Seni Macabre dari “Ghost in the Cell”, Perluas Pengalaman Penggemar Sinema ke Ruang Nyata

Joko Anwar mempersembahkan instalansi seni Ghost in the Cell

FILM - Joko Anwar Hadirkan Macabre Art Installation

AVNMEDIA.ID - Setelah kesuksesan filmGhost in the Cell” yang menyentuh angka 3.177.055 penonton, Joko Anwar kembali menghadirkan gebrakan kreatif di luar layar lebar.

Kali ini, ia mempersembahkan sebuah instalasi seni bertajuk Ghost in the Cell, sebuah karya macabre art installation yang menggabungkan dunia sinema dengan pengalaman seni visual yang bisa dinikmati secara langsung oleh publik.

Instalasi ini hadir sebagai perluasan dari pengalaman sinematik yang selama ini hanya bisa disaksikan di bioskop.

Melalui “Ghost in the Cell”, ruang fisik dijadikan medium bercerita, mengajak pengunjung untuk merasakan sendiri atmosfer yang biasanya hanya ada di balik layar.

Visualisasi Dosa Sosial Melalui Tubuh Manusia

Ghost in the Cell sendiri bukanlah sekadar pameran seni biasa.

Karya ini dirancang sebagai visualisasi dari dosa sosial, ketidakadilan, dan kekerasan ekologis yang dilakukan oleh manusia dan diwujudkan melalui tubuh manusia sendiri.

Pendekatan ini menjadikan instalasi tersebut bukan hanya estetis, melainkan juga sarat pesan tentang kondisi sosial dan lingkungan yang kerap diabaikan di lingkungan nyata.

Konsep artistik dalam instalasi ini dikerjakan oleh sejumlah seniman visual berbakat, yaitu Anwita Citriya, Benediktus Budi, Benny Kusnoto, Coki Greenway, Hafidzjudin, dan Rudy Ao.

Keenam seniman ini menuangkan interpretasi mereka tentang tema gelap tersebut dalam bentuk concept art yang menjadi tulang punggung visual keseluruhan instalasi.

Tidak hanya visual, elemen-elemen pendukung lainnya juga digarap oleh nama-nama profesional di bidangnya.

Dennis Sutanto bertindak sebagai Production Designer, sementara musik orisinal diciptakan oleh Aghi Narottama dan Tony Merle untuk membangun atmosfer yang imersif.

Make-up effects ditangani oleh Novie Ariyanti, desain kostum oleh Monika Paska, dan tata cahaya dirancang oleh Ical Tanjung, sebuah kolaborasi lintas disiplin yang menjadikan Ghost in the Cell sebagai karya yang utuh dan menyeluruh.

Gratis dan Terbuka untuk Umum

Kabar baiknya, instalasi ini dapat dinikmati secara gratis tanpa perlu registrasi terlebih dahulu.

Ghost in the Cell dibuka untuk umum mulai 16 hingga 22 Mei 2026, setiap hari dari pukul 10.00 hingga 20.00 WIB.

Pengunjung cukup hadir langsung untuk menyaksikan karya ini.

Meski terbuka lebar, pengelola menetapkan beberapa aturan demi menjaga kenyamanan dan keselamatan karya.

Pengunjung dilarang menyentuh karya, makan dan minum di dalam area instalasi, serta berbicara keras.

Namun, pengunjung diperbolehkan mengabadikan momen menggunakan perangkat apapun.

Ghost in the Cell menjadi bukti bahwa seni dan sinema tidak harus berdiri sendiri, keduanya bisa melebur menjadi sebuah pengalaman yang melampaui batas layar dan masuk ke dalam kehidupan nyata. (jay)

Related News
Recent News
image
Film Choi Mun-do Ternyata Reinkarnasi Raja Joseon yang Eksekusi Kang Dan-shim di My Royal Nemesis, Cha Se-gye Kini dalam Bahaya?
by Nayara Faiza2026-05-13 15:05:35

My Royal Nemesis ungkap Choi Mun-do reinkarnasi Raja Joseon, Cha Se-gye terancam

image
Film Profil Aktor Gong Myung, Male Lead Filing For Love yang Ternyata Kakak Member NCT
by Salsabila Damayanti2026-05-13 14:00:00

Gong Myung kembali jadi sorotan usai tampil sebagai male lead Filing For Love