IHSG Turun Hampir 32 Persen Setahun, Ekonom InFast Sebut Terjadi Fenomena Decoupling antara Ekonomi Riil dan Pasar Saham
Ekonomi Indonesia Tetap Positif di Tengah Pelemahan Bursa Saham
IHSG - Indonesia tumbuh 5,6 persen pada periode yang sama, sementara China dan Maroko masing-masing mencatat pertumbuhan sekitar 5 persen/ Photo: Pexels
Sebaliknya, saat ini sejumlah sektor ekonomi masih menunjukkan pertumbuhan positif, namun pasar saham bergerak lebih sensitif terhadap risiko geopolitik dan ketidakpastian global.
Kebijakan Struktural Dinilai Dapat Perkuat Fundamental Ekonomi
Gede juga menyoroti langkah pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang mulai melakukan pembenahan terhadap berbagai persoalan struktural ekonomi.
Salah satunya melalui upaya penguatan pengelolaan devisa hasil ekspor (DHE) dan pembentukan PT DSI yang diharapkan dapat memperbaiki tata kelola perdagangan serta penerimaan negara.
Menurutnya, langkah tersebut berpotensi memperkuat fundamental ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa ketidakpastian geopolitik global, termasuk dinamika di kawasan Selat Hormuz, masih menjadi faktor risiko yang memengaruhi sentimen investor.
"Ketika ekonomi riil relatif baik dan koordinasi kebijakan fiskal serta moneter berjalan positif, maka reformasi struktural lainnya seperti perbaikan institusi dan tata kelola menjadi agenda penting yang harus terus dilanjutkan," ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, Gede menilai investor perlu melihat pasar saham dan ekonomi riil sebagai dua indikator yang tidak selalu bergerak searah, terutama dalam periode ketidakpastian global yang tinggi seperti saat ini. (jas)





