IHSG Turun Hampir 32 Persen Setahun, Ekonom InFast Sebut Terjadi Fenomena Decoupling antara Ekonomi Riil dan Pasar Saham
Ekonomi Indonesia Tetap Positif di Tengah Pelemahan Bursa Saham
IHSG - Indonesia tumbuh 5,6 persen pada periode yang sama, sementara China dan Maroko masing-masing mencatat pertumbuhan sekitar 5 persen/ Photo: Pexels
Meski pasar saham mengalami tekanan, sejumlah negara yang indeksnya terkoreksi justru mencatat pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi.
Gede menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi global saat ini berada di kisaran 3,2 persen. Namun beberapa negara yang pasar sahamnya melemah justru mampu mencatat pertumbuhan di atas rata-rata tersebut.
India, misalnya, mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 7,8 persen pada kuartal pertama 2026.
Indonesia tumbuh 5,6 persen pada periode yang sama, sementara China dan Maroko masing-masing mencatat pertumbuhan sekitar 5 persen.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar saham dan ekonomi riil tidak selalu bergerak dalam arah yang sama.
"Ini menunjukkan sebuah fenomena ekonomi yang disebut decoupling. Kinerja pasar saham tidak selalu mencerminkan situasi ekonomi masyarakat sehari-hari," kata Gede.
Sentimen Geopolitik dan Volatilitas Pasar Jadi Faktor Utama
Gede menjelaskan, pasar saham sangat dipengaruhi sentimen global, termasuk ketegangan geopolitik yang terjadi di berbagai kawasan dunia.
Dalam kondisi tertentu, ekonomi riil dapat tetap tumbuh meskipun pasar keuangan mengalami tekanan akibat ketidakpastian global.
Ia mencontohkan situasi selama pandemi Covid-19 ketika pasar saham justru menguat karena dukungan stimulus moneter besar-besaran, meski aktivitas ekonomi riil mengalami perlambatan.





