Hangry Tak Sama dengan Angry, Kenali Respons Stres yang Membeku dalam Kesehatan Mental
Apa Itu Hangry dan Mengapa Bukan Bentuk Kemarahan?
ILUSTRASI - Kenali hangry sebagai respons stres, bukan angry, agar tak salah menangani kesehatan mental (Foto: iStock)
AVNMEDIA.ID - Istilah hangry semakin sering digunakan untuk menggambarkan kondisi mudah marah saat lapar.
Namun, para ahli menegaskan bahwa hangry bukan bentuk kemarahan sesungguhnya (angry), melainkan bagian dari respons stres tubuh yang tidak terselesaikan dan membeku.
Pemahaman ini penting dalam konteks kesehatan mental, karena salah kaprah menilai hangry sebagai emosi bisa membuat seseorang salah menangani kondisi yang sebenarnya bersifat fisiologis.
Apa Itu Hangry dan Mengapa Bukan Bentuk Kemarahan?
Hangry terjadi ketika kadar gula darah menurun akibat lapar.
Kondisi ini dipersepsikan otak sebagai ancaman terhadap kelangsungan hidup sehingga sistem saraf simpatik langsung aktif.
Alih-alih memunculkan emosi marah yang rasional, tubuh justru masuk ke mode fight-or-flight.
Iritabilitas yang muncul merupakan respons “fight” atau kesiapan menghadapi hambatan yang menghalangi kebutuhan dasar, yaitu makan.
Dengan kata lain, hangry bukan emosi, melainkan reaksi stres biologis.
Respons Stres yang Membeku dan Dampaknya pada Kesehatan Mental
Dalam kehidupan modern, respons fight-or-flight jarang benar-benar diselesaikan.
Seseorang tidak langsung makan, beristirahat, atau menghindari ancaman karena terikat situasi sosial atau pekerjaan.



