DPRD Samarinda Soroti Penurunan Omzet Pasar Tradisional dan Dorong Kemudahan Regulasi
DPRD - Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah/ Foto: Avnmedia
“Karena memang luar biasa juga MBG hari ini. Kurang lebih 50 dapur itu, ya sekitar 100 ribu lebih memberi konsumsi kepada mahasiswa atau murid. Itu saya kira mereka butuh suplai-suplai, terutama yang mereka sudah melakukan usahanya yang sudah lama,” jelasnya.
Namun, Helmi menegaskan bahwa pemanfaatan peluang tersebut membutuhkan dukungan regulasi pemerintah daerah.
Ia meminta agar proses perizinan dan administrasi bagi pemasok dibuat lebih sederhana, terutama bagi distribusi barang dari luar daerah.
“Langkah dari pemerintah, yang jelas kita dari pemerintah berharap regulasinya aja, dipermudah. Jadi pemasoknya tidak perlu, jangan dipersulit. Izinnya, birokrasinya,” ungkap Helmi.
Menurutnya, penyederhanaan regulasi menjadi kunci agar pelaku usaha tidak terbebani urusan administratif dan bisa lebih fokus pada distribusi serta penguatan ekonomi lokal.
“Artinya itu, apalagi kalau misalnya mendatangkan barang itu dari luar. Sehingga nanti pihak mereka juga tidak terlalu banyak yang diurus gitu nah. Itu harapan saya kepada pemerintah,” jelasnya. (adv/naf)





