Apa Itu Normal dalam Kesehatan Mental? Banyak Orang Sering Salah Kira!
Kenali Normalitas Bukanlah Kesempurnaan dalam Kesehatan Mental
ILUSTRASI - Apa itu normal? Kesehatan mental tak menuntut kesempurnaan. Kenali makna normalitas sesungguhnya (Foto: Canva)
AVNMEDIA.ID - Istilah normal sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari “reaksi normal” hingga “perilaku normal”.
Namun, ketika dikaitkan dengan kesehatan mental, makna normal kerap disalahpahami sebagai kondisi sempurna, stabil, dan tanpa masalah.
Padahal, dalam ilmu psikologi dan medis, normalitas tidak pernah dimaknai sebagai kesempurnaan.
Pemahaman keliru tentang normal justru dapat memicu tekanan psikologis, rasa gagal, hingga stigma terhadap individu yang merasa dirinya “tidak normal”.
Lalu, apa sebenarnya arti normal dalam konteks kesehatan mental?
Normal Bukan Berarti Sempurna
Banyak orang membayangkan individu normal sebagai sosok yang selalu tenang, bahagia, produktif, dan mampu mengelola emosi dengan baik.
Gambaran ini tidak hanya tidak realistis, tetapi juga berbahaya.
Normalitas bukanlah standar emas yang harus dicapai semua orang.
Dalam praktik kesehatan mental, normal tidak diartikan sebagai kondisi ideal, melainkan sebagai rentang pengalaman manusia yang umum secara statistik.
Artinya, merasa cemas, sedih, bingung, atau lelah secara emosional masih termasuk dalam variasi normal selama tidak menimbulkan gangguan berat pada fungsi hidup seseorang.



