Ulasan Film Pavane (2026): Ending Pahit-Manis dan Ada Kemungkinan Sekuel Season 2?
PAVANE - Ulasan Film Pavane langsung jadi perbincangan sejak tayang di Netflix. Film Korea berjudul Pavane ini bukan sekadar drama romantis biasa, tetapi juga kritik sosial tentang standar kecantikan, obsesi status, dan budaya materialisme/ X @flamingcloudsoo
Apakah ending-nya bahagia? Tidak sepenuhnya.
Apakah menyedihkan? Juga tidak sepenuhnya.
Ending Pavane terasa pahit-manis.
Hubungan itu memang tidak bertahan, tetapi maknanya tetap hidup.
Film ini menegaskan bahwa cinta yang tulus tetap berarti, meski tidak berakhir bersama.
Review Film Pavane: Kritik Sosial yang Halus tapi Menghantam
Secara tematik, Pavane berani mengkritik:
- Standar kecantikan yang sempit
- Budaya konsumtif dan obsesi status
- Tekanan sosial terhadap citra dan reputasi
Karakter Yo Han menjadi elemen penting dalam kritik ini.
Dengan monolog filosofisnya tentang uang dan kecantikan, ia menjadi suara reflektif yang menantang nilai-nilai modern.
Secara visual, film ini kontras antara ruang komersial yang sibuk dengan momen intim yang rapuh.
Ritme ceritanya tenang dan tidak meledak-ledak, tetapi justru di situlah kekuatannya. Emosi dibangun perlahan dan terasa realistis.
Akting para pemeran juga solid. Go Ah Sung tampil emosional dan berlapis.




