Tim Perfect Crown Minta Maaf soal Adegan Ritual Kerajaan Dinilai Tidak Akurat, Jadi Sorotan di Tengah Rating Tinggi
SPOILER - Episode 7 Perfect Crown menampilkan pernikahan Yi-an dan Hui-ju, dengan akhir acara mengejutkan/ Foto: Disney+
AVNMEDIA.ID - Drama Korea populer “Perfect Crown” yang dibintangi Byeon Woo-seok dan IU tengah menjadi sorotan publik setelah menuai kritik terkait penggambaran ritual kerajaan era Dinasti Joseon (1392–1910) yang dianggap tidak akurat secara historis.
Di tengah popularitas dan rating tinggi, tim produksi akhirnya menyampaikan permintaan maaf resmi dan berjanji akan melakukan revisi pada bagian yang dipermasalahkan.
Tim Produksi Perfect Crown Sampaikan Permintaan Maaf
Dalam pernyataan resmi yang diunggah di situs produksi pada Sabtu, tim “Perfect Crown” mengakui adanya kekeliruan dalam penyajian unsur sejarah.
“Kami dengan tulus meminta maaf kepada para penonton yang telah mendukung drama ini atas kekhawatiran yang muncul terkait pembangunan dunia cerita dan akurasi sejarah,” tulis pihak produksi, melansir Korea Herald.
Mereka juga menegaskan bahwa kritik publik akan dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.
Adegan Penobatan Jadi Pusat Kontroversi
Sorotan utama datang dari adegan penobatan karakter Grand Prince I-an yang diperankan Byeon Woo-seok, di mana ia mengenakan Guryu Myeonryugwan dan diiringi seruan “Cheonse” oleh pejabat istana.
Publik menilai penggunaan istilah tersebut tidak sesuai konteks sejarah, karena “Cheonse” biasanya digunakan untuk negara bawahan, bukan kerajaan berdaulat yang seharusnya menggunakan istilah “Manse”.
Selain itu, bentuk mahkota yang digunakan juga dinilai tidak sesuai dengan aturan sejarah kerajaan, sehingga memicu perdebatan di kalangan penonton dan pengamat budaya.
- Perfect Crown Tuai Kritik di Korea Selatan soal “Cheonse” Alih-alih “Manse”
- Penobatan Yi-an di Perfect Crown Tuai Kritik Publik Korea, Ternyata Detail Simbol Kerajaan Ini Jadi Pemicunya
- Tiga Hal yang Terjadi di Ending Perfect Crown: Sistem Monarki Terhapus, Kedok Jeong-woo Terbongkar hingga Kissing Scene di Akhir
Revisi Akan Dilakukan di Versi Tayangan Ulang
Pihak produksi menegaskan akan melakukan perbaikan pada bagian audio dan subtitle yang menuai kritik.
“Kami akan merevisi materi yang dipermasalahkan untuk penayangan ulang, layanan video on demand, dan platform streaming,” demikian pernyataan resmi tim produksi.
Kontroversi Juga Menyentuh Buku Naskah Drama
Kontroversi ini turut berdampak pada rencana penerbitan buku naskah drama. Penerbit O’Fanhouse Studio menyebut tengah berkoordinasi dengan tim produksi untuk memperbaiki istilah yang diperdebatkan.
Pembeli edisi pertama nantinya juga akan mendapatkan pembaruan versi revisi dalam bentuk digital, serta stiker koreksi untuk cetakan fisik berikutnya.
Rating Tetap Tinggi Meski Diterpa Kritik
Meski menuai kontroversi, “Perfect Crown” tetap mencatat performa kuat di layar kaca.
Episode 12 tercatat meraih rating nasional sebesar 13,8 persen, meningkat dari episode sebelumnya.
Drama ini juga mencatat capaian global di platform Disney+, yang melaporkan “Perfect Crown” sebagai salah satu drama Korea paling banyak ditonton secara internasional dalam 28 hari pertama penayangan sejak debutnya pada 10 April.
Di tengah kritik dan perdebatan, “Perfect Crown” tetap menjadi salah satu drama yang paling banyak dibicarakan saat ini.
Perpaduan cerita sejarah, konflik kerajaan, dan popularitas para pemainnya membuat drama ini terus menarik perhatian penonton global. (jas)





