Dari Warna Raja sampai Jongmyo Jerye: Ini Makna Tradisi Korea di Balik Drama “Perfect Crown” yang Lagi Viral
Episode 9–10 Perfect Crown berpotensi menghadirkan konflik yang lebih tajam dan emosional/ X @meemexo4
AVNMEDIA.ID - Drama Korea “Perfect Crown” bukan cuma jadi tontonan romansa istana yang glamor.
Lebih dari itu, serial ini diam-diam menyelipkan banyak elemen budaya dan tradisi Korea yang bikin penonton penasaran—mulai dari simbol warna kerajaan, ritual sakral, sampai artefak era Joseon yang legendaris.
Dibintangi IU dan Byeon Woo-seok, drama ini memang sejak awal sudah menarik perhatian karena menggabungkan Korea modern dengan sistem monarki konstitusional yang masih bertahan di semesta ceritanya.
Nah, berikut ini sederet elemen tradisi Korea yang “nyempil” di balik cerita “Perfect Crown”.
Warna Merah, Bukan Sekadar Gaya Kerajaan
Salah satu detail paling mencolok di drama ini adalah penggunaan warna merah yang identik dengan keluarga kerajaan.
Dalam sejarah Dinasti Joseon (1392–1910), warna merah memang erat kaitannya dengan kekuasaan.
Tapi ada level khusus yang disebut daehong (merah tua)—warna eksklusif yang hanya boleh dipakai raja.
Bukan warna sembarangan, proses pembuatannya pun super rumit.
Pewarnaan dilakukan berulang kali hingga puluhan tahap, menggunakan bahan alami seperti safflower yang mahal dan langka di zamannya.
Eosahwa, “Hadiah Bunga” dari Raja
Di episode kedua, muncul momen ketika karakter utama menerima eosahwa, yaitu bunga kertas simbol kehormatan dari raja.
Di era Joseon, eosahwa diberikan kepada orang-orang yang lulus ujian negara gwageo, sistem seleksi super ketat untuk masuk pemerintahan.





