Terlalu Banyak Berita Buruk? Ini Dampak Doomscrolling yang Ternyata Bisa Kikis Empati dan Kesehatan Mental
Mengenal Apa Itu Compassion Collapse?
ILUSTRASI - Doomscrolling picu compassion collapse, empati melemah, dan mental jadi kewalahan (Foto: Canva)
- Gangguan tidur
- Kecemasan meningkat
- Sulit berkonsentrasi
- Ledakan emosi yang tidak biasa
- Kelelahan emosional
Dalam jangka panjang, kondisi ini menyerupai gejala burnout.
Bedanya, burnout biasanya terkait tekanan kerja, sementara compassion collapse muncul akibat paparan terus-menerus terhadap berita dan penderitaan global tanpa jeda pemulihan.
Mengapa Empati Bisa “Runtuh”?
Secara psikologis, manusia memiliki batas kapasitas dalam memproses penderitaan.
Ketika informasi yang diterima terlalu besar skalanya, misalnya konflik internasional, bencana massal, atau krisis kemanusiaan, otak kesulitan “mencerna” semuanya.
Penelitian menunjukkan bahwa ketika penderitaan ditampilkan dalam jumlah besar, respons empati justru bisa menurun.
Inilah sebabnya kampanye kemanusiaan sering menyoroti satu kisah personal, bukan keseluruhan tragedi.
Skala yang terlalu luas bisa membuat seseorang kewalahan hingga akhirnya menutup diri secara emosional.
Tanda-Tanda Anda Mengalami Compassion Collapse
Beberapa indikator yang patut diwaspadai antara lain:
- Konsumsi berita terasa kompulsif dan sulit dihentikan
- Tidur terganggu karena terus memikirkan isu tertentu
- Emosi mudah meledak di tempat kerja atau rumah
- Merasa lelah secara emosional dan sinis
- Tidak lagi hadir secara penuh untuk orang-orang terdekat
Jika hal-hal ini terjadi, kemungkinan besar kapasitas empati Anda telah melampaui batas sehat.




