Tanggapan Borneo Muda soal Press Release Pertamina Hulu Indonesia, Sukri: Terkesan Dipaksakan
Potret pengeboran di lepas pantai/ Foto: Pertamina Hulu Indonesia
Dilanjutkan Muhammad Sukri, persoalan-persoalan yang disampaikan oleh PT. Pertamina Hulu Indonesia sebagai induk perusahaan dari PT. Pertamina Hulu Mahakam secara sekilas bisa diterima.
"Akan tetapi setelah kami cari tahu secara mendalam ternyata terkesan dipaksakan. Kami menilai Pertamina Hulu Mahakam hanya memikirkan persoalan teknis, efisiensi dan keuntungan, akan tetapi melupakan masyarakat sekitar dan daerah," katanya.
Sebelumnya, Borneo Muda mengomentari perihal proyek Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI) yang merupakan proyek dikelola oleh Pertamina Hulu Mahakam.
Proyek ini sebenarnya merupakan pembangunan atau pabrikasi 6 platform yang bertujuan untuk meningkatkan produksi minyak dan gas yang ada di Wilayah Kerja Kalimantan Timur atau Blok Mahakam.
Dikatakan Muhammad Sukri, proyek ini adalah proyek besar dimana nilai investasi proyek sebesar US$215 juta, dan membutuhkan sekitar tujuh juta jam kerja dengan melibatkan kurang lebih sekitar 2000 tenaga kerja
“Begitu besarnya proyek ini akan tetapi sangat disayangkan proses pengerjaan atau pabrikasinya dilakukan di luar wilayah Kalimantan Timur,” ujar Sukri.
Sedangkan menurutnya, proses eksploitasi dan eksplorasi sumber daya alam minyak dan gas nya dilakukan di wilayah Kalimantan Timur atau lebih tepatnya di Kabupaten Kutai Katanegara.
“Kita tidak mengetahui apa yang menjadi alasan dari Pertamina Hulu Mahakam membawa proyek ini keluar dari wilayah Kutai Kartanegara, sedangkan diketahui bersama yang menjadi kontraktor dari proyek ini adalah PT. Meindo Elang Indah, yang dimana PT. Meindo Elang Indah memiliki Yard di Kutai Kartanegara atau lebih tepatnya terdapat di Kecamatan Muara Jawa (Handil),” jelasnya.
Menurut Sukri telah banyak proyek dari Pertamina Hulu Mahakam yang dikerjakan dan selesai dengan baik oleh PT. Meindo Elang Indah Yard Handil dan para pekerjanya adalah masyarakat sekitar.





