Ekspansi Portofolio in-Lite di 2026, Resmi Masuk Pasar Switch dan Socket Lewat Alura & Linea Series
Ekspansi ini ditandai dengan peluncuran Alura Series dan Linea Series, dua lini produk yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pasar akan perangkat listrik yang tidak hanya fungsional, tetapi juga selaras dengan estetika interior modern/ HO to Avnmedia.id
AVNMEDIA.ID - Produsen pencahayaan nasional in-Lite LED memperluas portofolio bisnisnya dengan memasuki pasar switch dan socket pada awal 2026.
Ekspansi ini ditandai dengan peluncuran Alura Series dan Linea Series, dua lini produk yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pasar akan perangkat listrik yang tidak hanya fungsional, tetapi juga selaras dengan estetika interior modern.
Langkah strategis ini diumumkan dalam peluncuran resmi di Jakarta, Kamis (5/2/2026), sekaligus menandai evolusi in-Lite dari sekadar penyedia lampu LED menjadi one-stop lighting and electrical solution.
Masuknya in-Lite ke segmen baru ini mempertegas konsep Beyond Illumination, di mana pencahayaan diposisikan sebagai bagian integral dari desain ruang secara menyeluruh.
Menangkap Tren Interior Modern dan Detail Teknologi Hunian
Perubahan gaya hidup dan meningkatnya perhatian konsumen terhadap detail interior menjadi pendorong utama ekspansi ini.
Switch dan socket kini tak lagi dipandang sebagai pelengkap teknis, melainkan elemen yang berkontribusi pada kenyamanan, keamanan, dan karakter ruang.
Commercial Director in-Lite LED, Fransiska Darmawan, menyatakan bahwa sejak berdiri pada 2014, perusahaan terus memantau dinamika tren desain dan kebutuhan pengguna.
Menurutnya, setiap ruang memiliki karakter unik sehingga elemen pencahayaan dan aksesorinya harus mampu menyatu tanpa terasa rumit atau mahal.
Melalui Alura dan Linea Series, in-Lite membawa pendekatan accessible luxury, menghadirkan desain modern dengan kualitas andal yang tetap terjangkau bagi pasar Indonesia.
Peran Switch dan Socket dalam Ekosistem Desain Ruang
Arsitek dan seniman Jessica Soekidi menekankan bahwa kenyamanan ruang tidak hanya ditentukan oleh desain visual semata.
Keselarasan ruang tercipta dari perpaduan desain arsitektur, interior, furnitur, perilaku pengguna, hingga pencahayaan buatan.
Ia menilai bahwa dalam praktiknya, aspek pencahayaan kerap hanya berfokus pada standar teknis minimum.



